Indonesia kini masuk radar utama ekspansi SEA Health Summit di Asia Tenggara. Negara dengan populasi terbesar di kawasan itu dinilai punya ruang besar bagi pertumbuhan inovasi kesehatan, terutama di tengah transformasi layanan medis, akselerasi digitalisasi, dan berkembangnya ekosistem teknologi kesehatan.
Posisi tersebut membuat Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar yang besar, melainkan juga sebagai mitra penting dalam pembentukan ekosistem kesehatan kawasan. Arah itu sejalan dengan ambisi SEA Health Summit yang ingin tumbuh menjadi pusat inovasi kesehatan lintas negara, bukan sekadar forum tahunan biasa.
Target jangkauan 100 juta pasien
Di dalam ekosistem yang dibangun SEA HI Hub, target besar juga mulai dipasang. Saat ini jaringan mitranya telah menjangkau lebih dari 25 juta pasien di Asia Tenggara, dan target berikutnya adalah memperluas jangkauan itu hingga 100 juta pasien pada 2028.
Indonesia diposisikan sebagai salah satu pasar utama untuk mencapai sasaran tersebut. Besarnya populasi Indonesia dan peluang pengembangan teknologi kesehatan membuat negara ini dianggap sangat strategis untuk ekspansi kawasan.
Kolaborasi regional menjadi fondasi
SEA Health Summit digelar oleh RISE, SeaX Ventures, dan Krungthep Turakij atau Nation Group. Forum ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi pemangku kepentingan kesehatan, institusi medis, mitra riset, dan pelaku industri di Asia Tenggara.
CEO RISE sekaligus Managing Partner SeaX Ventures, Dr. Kid Parchariyanon, menyebut kawasan Asia Tenggara memiliki potensi besar di sektor kesehatan, tetapi belum memiliki ruang yang benar-benar menyatukan semua pihak. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan di Thailand hanya menjadi titik awal.
“Kami memilih memulai di Thailand karena negara ini memiliki infrastruktur medis kelas dunia dan ekosistem inovasi kesehatan yang berkembang pesat. Namun, ambisi kami tidak pernah terbatas pada satu negara,” katanya dalam taklimat resmi.
Pernyataan itu memperlihatkan arah forum yang ingin memperluas jejaring ke negara lain, termasuk Indonesia. Dalam kerangka itu, kolaborasi lintas negara dipandang penting untuk mendorong kemajuan sektor kesehatan di kawasan.
SPARK Southeast Asia dorong hilirisasi riset
Salah satu agenda penting dalam rangkaian forum adalah peluncuran SPARK Southeast Asia di bawah SEA Health Innovation Hub atau SEA HI Hub. Inisiatif ini dirancang untuk mempercepat hilirisasi riset agar hasil pengembangan tidak berhenti di laboratorium atau ruang akademik.
SEA HI Hub juga mengusung tema pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kesehatan dan umur panjang. Arah ini menunjukkan bahwa teknologi diposisikan sebagai penopang utama masa depan layanan kesehatan di Asia Tenggara.
Ruang temu lebih dari 400 pemimpin kesehatan
Agenda forum tersebut mempertemukan lebih dari 400 pemimpin sektor kesehatan dari Thailand dan berbagai negara Asia Tenggara. Pertemuan itu menjadi ruang untuk membahas peluang kolaborasi, pemanfaatan teknologi, dan arah pengembangan layanan kesehatan kawasan secara lebih terintegrasi.
Managing Director Krungthep Turakij, Veerayuth Saengkrajang, mengatakan kerja sama dengan RISE dan SeaX Ventures sejalan dengan upaya menciptakan ruang pertukaran gagasan dan pengetahuan. Menurut dia, langkah ini penting untuk mendorong kemajuan sektor kesehatan di Thailand dan Asia Tenggara.
“Kolaborasi kami dengan RISE dan SeaX Ventures dalam SEA Health Summit juga selaras dengan misi kami untuk mendorong kemajuan kawasan ini,” ujarnya. Dengan arah tersebut, forum ini tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada pembangunan ekosistem kesehatan yang lebih terhubung.
Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang terus berubah, Indonesia kian dilihat sebagai salah satu simpul penting untuk menguji seberapa jauh inovasi kesehatan Asia Tenggara bisa berkembang. Perpaduan antara pasar besar, transformasi digital, riset, dan kolaborasi lintas negara membuat posisinya makin sulit diabaikan.
| Inisiatif | Fokus | Capaian Saat Ini | Target |
|---|---|---|---|
| SEA HI Hub | Ekosistem inovasi kesehatan Asia Tenggara | Menjangkau lebih dari 25 juta pasien | 100 juta pasien pada 2028 |
| SPARK Southeast Asia | Hilirisasi riset dan pemanfaatan AI untuk kesehatan | Diluncurkan dalam rangkaian forum | Mempercepat penerapan hasil riset |
