Keluhan sering buang air kecil hingga mengompol pada ibu hamil bukan sekadar gangguan kecil yang bisa diabaikan. Tekanan dari rahim yang membesar dapat membuat kandung kemih lebih sensitif dan sulit menahan kencing.
Dokter spesialis urologi subspesialis perempuan, fungsional, dan neurologi, Prof Harrina Erlianti, menjelaskan bahwa beban di area perut meningkat seiring perkembangan janin. Kondisi itu membuat tekanan pada kandung kemih semakin besar dan pada sebagian ibu hamil dapat berujung pada mengompol.
Keluhan yang bisa muncul sangat sering
Dalam konferensi pers di Jakarta, Prof Rina menyebut tekanan dari bayi di dalam rahim dapat menambah tekanan pada perut dan kandung kemih. Ia menegaskan, “Ada bayi di dalam rahim, ini membuat salah satu tekanan perut lebih membesar. Ada tekanan di kandung kemih sehingga bisa membuat mengompol.”
Akibatnya, sebagian ibu hamil merasa harus bolak-balik ke toilet dalam jarak waktu singkat. Pada sejumlah kasus, dorongan berkemih bisa muncul setiap 30 menit hingga satu jam.
| Keluhan | Gambaran | Dampak |
|---|---|---|
| Sering buang air kecil | Dorongan berkemih muncul berulang dalam waktu singkat | Mengganggu aktivitas harian |
| Anyang-anyangan | Rasa ingin berkemih yang tidak nyaman | Menjadi tanda yang perlu diperhatikan |
| Sulit menahan kencing | Kandung kemih terasa lebih sensitif | Dapat berujung pada mengompol |
Hormon ikut memengaruhi saluran kemih
Selain tekanan fisik dari rahim yang membesar, perubahan hormon selama kehamilan juga berperan pada kondisi saluran kemih. Prof Rina mengungkapkan bahwa perubahan ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih atau ISK.
ISK termasuk keluhan yang cukup sering dialami ibu hamil dan tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan berisiko berkembang lebih jauh selama masa kehamilan.
Tanda yang tidak perlu ditunda untuk diperiksa
Keluhan berkemih pada ibu hamil tidak selalu berhenti pada sering ingin buang air kecil. Anyang-anyangan, sulit menahan keinginan berkemih, dan mengompol yang makin mengganggu aktivitas harian merupakan gejala yang patut diwaspadai.
Prof Rina mengingatkan bahwa banyak pasien masih menganggap gangguan berkemih sebagai hal yang wajar. Sebagian lainnya menyangka keluhan itu hanya bagian dari proses penuaan atau dampak setelah melahirkan.
Anggapan seperti itu membuat banyak kasus terlambat diperiksa. Padahal, pemeriksaan medis diperlukan agar penyebabnya jelas dan penanganannya sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Kapan ibu hamil perlu mencari pertolongan medis
Ibu hamil disarankan segera memeriksakan diri bila kesulitan menahan kencing semakin sering atau mengompol mulai mengganggu. Pemeriksaan penting untuk memastikan keluhan tersebut tidak berkembang menjadi infeksi saluran kemih selama kehamilan.
Diagnosis yang akurat membantu dokter menentukan terapi yang tepat. Dengan begitu, penanganan bisa disesuaikan dengan kondisi ibu hamil tanpa menunggu keluhan menjadi lebih berat.
