Indonesia Jadi Pendiri WAICO, Punya Ruang Ikut Menentukan Arah Tata Kelola AI Global

Author: Redaksi Android62

Indonesia kini berada di antara negara yang dapat ikut membentuk arah kerja sama kecerdasan artifisial dunia. Posisi itu diperoleh setelah Indonesia menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO.

Keanggotaan awal ini memberi Indonesia ruang untuk terlibat dalam pembahasan tata kelola, etika, akses teknologi, serta pengembangan AI lintas negara. Pemerintah juga melihatnya sebagai peluang untuk memperkuat investasi, riset, dan ekonomi digital nasional.

Peran Indonesia dalam Organisasi Baru

Penandatanganan pendirian WAICO dilakukan di Shanghai, Tiongkok, pada 16 Juli 2026. Delegasi Indonesia dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dengan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo turut mendampingi.

Agenda Tanggal Lokasi Perwakilan Indonesia
Penandatanganan pendirian WAICO 16 Juli 2026 Shanghai, Tiongkok Airlangga Hartarto memimpin delegasi
Sesi persiapan informal WAICO 17 Juli 2026 Tidak disebutkan Angga Raka Prabowo memimpin delegasi

Selain Indonesia, negara pendiri WAICO mencakup China, Brasil, Rusia, Malaysia, Afrika Selatan, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Serbia, Kenya, Ethiopia, Venezuela, dan Zambia. Sejumlah negara berkembang lain juga tergabung dalam kelompok awal organisasi tersebut.

Pembentukan WAICO turut disaksikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres. Organisasi ini dirancang sebagai lembaga antarpemerintah yang independen dan nirlaba dalam kerangka kerja PBB.

Akses Teknologi hingga Pengembangan Kapasitas

WAICO dibentuk untuk mendorong inovasi AI global yang terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab. Organisasi ini juga membawa tujuan agar manfaat kecerdasan artifisial dapat dijangkau oleh seluruh negara.

Ruang kerja samanya meliputi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan akses terhadap teknologi AI. WAICO juga diproyeksikan menjadi wadah koordinasi strategi pengembangan AI antarnegara serta pembahasan etika di tingkat internasional.

Bagi Indonesia, agenda tersebut relevan dengan kebutuhan membangun ekosistem teknologi bernilai tambah tinggi. Kolaborasi internasional dapat membuka jalur yang lebih luas bagi riset, pengembangan teknologi, dan masuknya investasi di sektor digital.

Keterlibatan sebagai pendiri memberi peluang bagi Indonesia untuk menyampaikan kepentingan pembangunan digital nasional sejak tahap awal organisasi dibentuk. Posisi ini juga memungkinkan Indonesia ikut terlibat dalam penyusunan agenda kerja sama yang akan menentukan arah operasional WAICO.

Agenda Awal Setelah Penandatanganan

Sehari setelah penandatanganan, delegasi Indonesia dijadwalkan mengikuti Informal Preparatory Session on the Establishment of WAICO pada 17 Juli 2026. Forum tersebut membahas langkah operasional awal organisasi dan peluang kerja sama antarnegara di bidang AI.

Dalam pertemuan persiapan itu, Angga Raka Prabowo bertindak sebagai ketua delegasi Indonesia. Tahap awal tersebut menjadi kesempatan bagi negara pendiri untuk menerjemahkan tujuan umum WAICO menjadi agenda yang lebih konkret.

Angga menyatakan keikutsertaan Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat arah kebijakan AI di dalam negeri. Pernyataan itu disampaikan dalam siaran pers yang dikutip inet.detik.com pada 18 Juli 2026.

“Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam perkembangan ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab,” ujar Angga.

Langkah berikutnya WAICO akan menentukan seberapa luas kerja sama negara anggota dalam pengembangan kapasitas, teknologi, dan koordinasi kebijakan AI. Indonesia akan menghadapi peluang untuk menyelaraskan tata kelola nasional dengan praktik internasional tanpa mengabaikan kepentingan pembangunan digital dalam negeri.

Source: inet.detik.com

Berita Terbaru