Meluasnya pemakaian robot di industri mengubah kebutuhan tenaga kerja dari pekerjaan manual ke peran yang mengoperasikan dan merawat sistem otomatis. Perubahan ini membuat lulusan SMK perlu memiliki kemampuan lintas bidang agar dapat mengisi pekerjaan baru yang tumbuh bersama otomasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menempatkan penguatan kompetensi multi-skill sebagai salah satu langkah untuk menyiapkan lulusan vokasi. Kemampuan mekanik, elektronika, otomasi, perangkat lunak, dan jaringan kini semakin berkaitan dalam satu sistem industri.
Peran Baru di Balik Otomasi Industri
Robotika telah digunakan di sektor manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik, serta pergudangan. Pemakaiannya mendorong kebutuhan tenaga kerja yang mampu memastikan sistem otomatis berjalan, diperbaiki, dan dikembangkan.
Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo menilai penggunaan robot tidak berarti seluruh pekerjaan manusia akan hilang. Menurutnya, teknologi tersebut justru membuka peran dengan nilai tambah lebih tinggi.
“Robot tidak akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia, tetapi justru menciptakan pekerjaan baru dengan nilai tambah yang lebih tinggi, seperti integrasi sistem, pemrograman, pemeliharaan robot, analisis data, hingga pengembangan solusi berbasis otomasi,” kata Arie.
Peran-peran itu menuntut tenaga kerja memahami hubungan antara perangkat fisik dan sistem digital. Seorang pekerja tidak cukup hanya menguasai satu bagian apabila sistem yang digunakan menggabungkan mesin, sensor, perangkat lunak, dan jaringan.
Fondasi Keahlian Tersedia di SMK
SMK telah memiliki sejumlah konsentrasi keahlian yang menjadi dasar bagi kebutuhan robotika dan otomasi industri. Bidang tersebut mencakup keahlian yang berkaitan dengan elektronik, teknik industri, kelistrikan, perangkat lunak, dan jaringan.
| Bidang Kompetensi | Konsentrasi Keahlian di SMK |
|---|---|
| Otomasi dan elektronika | Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri |
| Teknik industri dan kelistrikan | Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik |
| Perangkat lunak dan jaringan | Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan |
Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, dan Teknik Otomasi Industri berkaitan langsung dengan unsur pengendalian serta pengoperasian sistem otomatis. Sementara itu, Teknik Pemesinan dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik menopang kebutuhan mekanik dan kelistrikan di lingkungan industri.
Rekayasa Perangkat Lunak serta Teknik Komputer dan Jaringan juga berperan dalam mendukung sistem yang terhubung. Kombinasi kemampuan dari berbagai bidang tersebut menjadi kebutuhan yang makin terasa ketika industri menerapkan otomasi secara lebih luas.
“Ini adalah era multi-skill. Kompetensi yang telah dimiliki SMK perlu semakin diperkuat agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” ujar Arie dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com.
Kurikulum dan Magang Diperkuat
Kemendikdasmen mulai menyelaraskan kurikulum SMK dengan standar industri untuk memperkuat kesiapan lulusan. Penguatan itu mencakup kualitas pembelajaran, kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana sekolah.
Kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri diperluas melalui pembelajaran bersama praktisi. Siswa serta lulusan SMK juga didorong mengikuti magang di bidang robotika agar lebih memahami kebutuhan di tempat kerja.
Namun, pemerataan laboratorium dan peralatan robotika berstandar industri masih menjadi tantangan. Ketersediaan guru dengan pengalaman praktik di bidang robotika juga perlu ditingkatkan.
Arie memandang kerja sama berkelanjutan antara sekolah, industri, dan pemerintah penting untuk mengatasi hambatan tersebut. Pengembangan pendidikan vokasi diharapkan menjaga SMK tetap adaptif, sekaligus mendorong industri lebih aktif berkolaborasi dalam menyiapkan tenaga kerja.
