Inggris Bisa Dapat Jalur Lebih Ringan ke Final Piala Dunia 2026, Asal Juara Grup

Author: Redaksi Android62

Nasib Inggris di Piala Dunia 2026 bisa berubah sangat jauh hanya karena satu posisi di Grup L. Jika keluar sebagai juara grup, jalan mereka menuju final dinilai lebih terukur, sedangkan status runner-up justru membuka rangkaian lawan yang jauh lebih berat.

Peta itu membuat setiap laga fase grup memiliki bobot besar bagi tim asuhan Thomas Tuchel. Inggris memang satu grup dengan Kroasia, Ghana, dan Panama, sehingga hasil di fase awal akan langsung menentukan tingkat kesulitan di babak gugur.

Juara Grup L memberi ruang lebih masuk akal

Dalam skenario terbaik, Inggris akan menghadapi tim peringkat ketiga terbaik dari Grup E, H, I, J, atau K pada babak 32 besar. Dari kelompok itu, sejumlah nama seperti Pantai Gading, Ekuador, Arab Saudi, Norwegia, Senegal, Austria, atau Republik Demokratik Kongo bisa menjadi lawan yang mungkin muncul.

Jalur tersebut menjadi semakin jelas apabila tim-tim besar seperti Jerman, Spanyol, Prancis, Argentina, dan Portugal benar-benar menjuarai grup masing-masing. Dengan begitu, Inggris tetap berada di jalur yang mempertemukan mereka dengan peserta peringkat ketiga terbaik di fase awal gugur.

Di babak 16 besar, skenario juara grup juga bisa membawa Inggris berhadapan dengan salah satu tuan rumah, Meksiko. Laga itu berpotensi berlangsung di Mexico City dan memberi tekanan atmosfer yang tidak kecil bagi kedua tim.

Rute akhir bisa menuntun ke Brasil, Argentina, atau Spanyol

Jika terus melaju sebagai juara grup, perempat final berpotensi mempertemukan Inggris dengan Brasil dalam laga ulangan Piala Dunia 2002. Nuansa itu semakin menarik karena Brasil kini ditangani Carlo Ancelotti.

Bila tahap itu berhasil dilewati, semifinal kemungkinan besar menghadapkan Inggris dengan Argentina atau Portugal. Setelah itu, final dapat mempertemukan mereka dengan Spanyol, yang berarti membuka peluang ulangan final Euro 2024.

Prancis juga tetap masuk dalam daftar kandidat lawan di partai puncak jika Inggris berhasil menghindari bagan undian yang dipenuhi tim-tim kuat Eropa. Karena itu, jalur juara grup memang tetap menuntut konsistensi, tetapi masih lebih logis untuk dijalani.

Runner-up grup langsung menaikkan tingkat kesulitan

Situasi berubah tajam bila Inggris hanya finis sebagai runner-up Grup L. Pada babak 32 besar, mereka akan bertemu runner-up Grup K, yang kemungkinan diisi Kolombia.

Kolombia punya sejarah tersendiri bagi Inggris karena pernah mereka singkirkan lewat adu penalti pada Piala Dunia 2018. Namun setelah itu, jalur runner-up membawa tantangan yang jauh lebih berat dari satu babak ke babak berikutnya.

Di babak 16 besar, Inggris diprediksi langsung menghadapi Spanyol dengan asumsi negara itu menjuarai Grup H. Jika mampu melewati hadangan tersebut, lawan di perempat final bisa lebih bersahabat, seperti Belgia dari Grup G atau pemenang Grup D yang persaingannya dinilai sangat terbuka.

Meski begitu, ujian besar masih menunggu di semifinal. Jalur runner-up berpotensi mempertemukan Inggris dengan Prancis, Jerman, atau Belanda, dan jika sampai ke final, juara bertahan Argentina menjadi lawan yang paling mungkin menunggu di laga pamungkas.

Dengan dua skenario yang begitu kontras, posisi akhir Inggris di Grup L akan sangat menentukan arah perjalanan mereka. Satu hasil bisa membuka jalur yang lebih masuk akal, sedangkan hasil lain justru membawa mereka ke rentetan lawan elite sejak fase awal gugur.

Berita Terbaru