Inggris memasuki perempat final Piala Dunia 2026 dengan tugas yang sangat jelas: memutus aliran bola ke Erling Haaland. Morgan Rogers menilai itulah kunci utama saat The Three Lions menghadapi Norwegia di Miami pada Sabtu, 11 Juli.
Haaland datang dengan catatan tujuh gol sepanjang turnamen, sehingga setiap sentuhan di sekitar kotak penalti berpotensi menjadi ancaman besar. Inggris juga harus mewaspadai Martin Odegaard yang berperan penting dalam mengalirkan bola dari lini tengah.
Fokus Inggris Bukan Hanya Menjaga Satu Pemain
Rogers menegaskan, upaya satu lawan satu saja tidak cukup untuk menghentikan Haaland. Menurutnya, Inggris harus mengganggu proses serangan Norwegia sejak awal agar bola tidak mudah sampai ke kaki striker Manchester City itu.
“Apakah ada orang yang pernah benar-benar menghentikan Erling Haaland? Saya tidak yakin ada, tapi kami akan mencobanya,” ujar Morgan Rogers kepada Reuters, Kamis (9/7/2026).
Pernyataan itu memperlihatkan sikap realistis Inggris terhadap ancaman utama lawannya. Rogers menilai kualitas individu Haaland terlalu besar jika hanya dihadapi dengan penjagaan rapat di area akhir serangan.
Odegaard Jadi Kunci Aliran Serangan Norwegia
Selain Haaland, Norwegia memiliki Odegaard sebagai kapten sekaligus kreator utama. Kombinasi kreativitas Odegaard dan naluri gol Haaland membuat Inggris perlu disiplin sejak lini tengah agar ritme serangan lawan tidak berkembang bebas.
Rogers juga membawa modal pribadi yang cukup meyakinkan. Bersama Aston Villa, ia mencatat Haaland gagal mencetak gol dalam empat laga terakhir di Villa Park, meski ia mengakui ada unsur keberuntungan di balik catatan tersebut.
| Pemain | Peran di Norwegia | Ancaman bagi Inggris |
|---|---|---|
| Erling Haaland | Ujung tombak | Sudah mencetak 7 gol di turnamen |
| Martin Odegaard | Kapten dan kreator serangan | Menyuplai bola dan mengatur tempo |
Inggris sendiri punya keuntungan karena banyak pemainnya sudah sering menghadapi Haaland di Premier League. Pengalaman itu membuat mereka lebih paham soal pergerakan dan cara penyerang Norwegia memanfaatkan ruang.
Henderson Kembali Menambah Tenaga Tim
Di tengah pemulihan fisik usai laga berat melawan Meksiko di babak 16 besar, Inggris mendapat kabar baik dari kembalinya Jordan Henderson. Gelandang senior itu baru pulih setelah menjalani operasi pada cedera lengan dan kembali bergabung dengan skuad.
Bagi Rogers, kehadiran Henderson memberi dorongan moral besar di ruang ganti. Ia menyebut sang gelandang sebagai sosok penting yang menjaga semangat kelompok tetap stabil saat tim bersiap menghadapi pertandingan yang menguras tenaga.
“Melihatnya pagi ini tersenyum dan tetap bahagia adalah hal yang menyenangkan bagi kami. Dia adalah detak jantung dari grup ini,” ujarnya.
Di luar urusan taktik dan kondisi fisik, suasana tim Inggris juga diwarnai kebiasaan unik dari para pendukung. Mereka menyanyikan lagu “Wonderwall” milik Oasis setiap kali tim meraih kemenangan, dan Rogers menanggapinya dengan santai.
Menurutnya, tradisi itu sudah menjadi bagian dari identitas tim selama turnamen. Ia bahkan bercanda bahwa siapa pun yang mengaku orang Inggris semestinya hafal liriknya sebelum duel besar melawan Norwegia dimulai.
Source: www.suara.com






