Maurizio Sarri tidak menaruh fokus pada taktik rumit jelang final Coppa Italia. Baginya, yang paling mendesak justru kondisi mental Lazio setelah dihantam Inter Milan 0-3 di Serie A.
Laga final itu akan mempertemukan Lazio dengan lawan yang sama dalam waktu yang sangat berdekatan. Karena jeda persiapan singkat, Sarri menilai perubahan besar dari sisi permainan sulit dilakukan, sehingga respons psikologis para pemain menjadi titik perhatian utama.
Fokus Sarri bergeser ke mental tim
Sarri menganggap kekalahan telak di liga tidak cukup dijelaskan hanya lewat performa satu atau dua pemain. Ia bahkan menyebut ada delapan atau sembilan keraguan yang muncul setelah pertandingan, namun masalahnya terlalu besar jika hanya dibedah secara individual.
Sikap itu menunjukkan bahwa pelatih asal Italia tersebut lebih khawatir pada penampilan kolektif Lazio. Saat melawan Inter, timnya dinilai tidak mampu memberi respons yang cukup dan tampil jauh di bawah standar.
Bagi Sarri, situasi seperti ini menuntut reaksi cepat dari para pemain. Ia ingin Lazio hadir di final dengan pendekatan yang berbeda agar tidak mengulang masalah yang sama.
Jeda singkat membuat perbaikan teknis terbatas
Waktu yang tersedia sebelum final membuat Sarri tidak punya banyak ruang untuk mengubah banyak hal. Dalam kondisi seperti itu, aspek mental dianggap sebagai bagian yang paling realistis untuk segera dibenahi.
Ia berharap kekalahan besar tersebut memang hanya terkait persoalan mental, bukan penurunan kualitas permainan yang lebih dalam. Harapan ini menjadi penting karena final Coppa Italia akan kembali menghadirkan Inter, tim yang baru saja memberi luka besar bagi Lazio.
Dengan lawan yang sama, Sarri menuntut adanya reaksi yang lebih kuat. Ia ingin para pemain lebih fokus, lebih berani, dan tidak terjebak dalam ketakutan yang sama seperti sebelumnya.
Final jadi panggung pembuktian Lazio
Pertandingan puncak itu akan menjadi ujian besar bagi Lazio untuk membalikkan keadaan. Kamis, 14 Mei, dini hari nanti, mereka akan kembali berhadapan dengan Inter dalam laga yang menentukan.
Tekanan di final terasa lebih berat karena hasil pertemuan sebelumnya masih segar. Lazio bukan hanya dituntut mengejar trofi, tetapi juga membuktikan bahwa mereka bisa bangkit secara mental saat berada di situasi paling sulit.
Sarri sendiri yakin timnya mampu tampil dengan wajah berbeda. Ia berharap final nanti memperlihatkan Lazio yang lebih siap secara psikologis dan tidak mengulangi performa buruk yang terjadi di liga.
“Kami harap bisa melihat tim dengan pendekatan mental yang berbeda dan kami akan melihat tim yang berbeda sama sekali di final nanti,” kata Sarri.
Pernyataan itu menegaskan bahwa final Coppa Italia bukan sekadar soal hasil akhir. Bagi Sarri, laga tersebut juga menjadi ukuran apakah Lazio bisa merespons tekanan besar dengan kepala yang lebih kuat.
Source: www.medcom.id