Inter Milan mengambil langkah aman dengan tidak memasukkan Alessandro Bastoni ke dalam skuad saat menghadapi Cagliari di Stadion Giuseppe Meazza. Bek utama Nerazzurri itu belum dinilai siap karena pergelangan kakinya belum pulih sepenuhnya dan kondisi mentalnya juga masih terdampak oleh periode sulit bersama tim nasional.
Cristian Chivu disebut tidak ingin memaksakan Bastoni bermain dalam keadaan belum ideal. Keputusan itu lebih menitikberatkan pada perlindungan pemain, sebab Inter menilai risiko memperburuk kondisi sang bek jauh lebih besar dibanding manfaat jangka pendek jika ia tetap turun ke lapangan.
Kondisi fisik Bastoni masih menjadi perhatian utama
Masalah pada pergelangan kaki telah membatasi aktivitas Bastoni selama kurang lebih sebulan terakhir. Dalam periode itu, ia hanya menjalani sedikit sesi latihan dan belum kembali ke taraf kebugaran yang dibutuhkan untuk tampil penuh di pertandingan kompetitif.
Inter memahami bahwa pemulihan harus mendapat prioritas sebelum Bastoni kembali dipakai dalam laga besar. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan statusnya sebagai salah satu pilar utama di lini belakang, sehingga setiap gangguan kecil berpotensi berdampak panjang terhadap kekuatan tim.
- Pergelangan kaki belum pulih sepenuhnya.
- Porsi latihan Bastoni menurun dalam sebulan terakhir.
- Tim medis menempatkan pemulihan sebagai prioritas.
- Inter ingin mencegah cedera lanjutan yang lebih serius.
Dampak mental dari tugas internasional
Selain persoalan fisik, Bastoni juga masih membawa efek psikologis setelah Timnas Italia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Bosnia & Herzegovina pada babak playoff menjadi momen berat, terlebih Bastoni menerima kartu merah dalam laga penentuan itu.
Kondisi tersebut ikut memengaruhi ketenangan dan rasa percaya dirinya saat kembali menjalani agenda klub. Dalam situasi seperti ini, aspek mental sering kali sama pentingnya dengan kebugaran fisik, terutama bagi pemain yang harus menghadapi jadwal padat bersama klub besar seperti Inter Milan.
Chivu memilih pendekatan yang lebih hati-hati
Sikap Chivu memperlihatkan bahwa Inter kini mengutamakan kontrol beban pemain inti. Keputusan untuk menahan Bastoni dari pertandingan melawan Cagliari bukan semata urusan teknis, tetapi bagian dari upaya menjaga agar masalah kecil tidak berubah menjadi persoalan yang lebih besar.
Langkah tersebut juga menunjukkan pentingnya rotasi dalam skuad. Inter tetap membutuhkan stabilitas untuk bersaing di papan atas Serie A, namun kehadiran pemain yang benar-benar siap tampil menjadi syarat utama agar performa tim tidak terganggu.
Mengapa Bastoni perlu diistirahatkan
Beberapa alasan membuat Inter memilih menunda keterlibatan Bastoni di laga ini:
- Mengurangi risiko cedera berulang pada pergelangan kaki.
- Memberi waktu bagi pemulihan mental setelah tugas internasional yang berat.
- Menjaga keseimbangan skuad di tengah padatnya jadwal.
- Membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi peran di lini belakang.
Sebelumnya, Bastoni sempat tetap dimainkan seusai tugasnya bersama tim nasional. Ia tampil saat Inter menghadapi AS Roma dan juga pada leg pertama semifinal Coppa Italia melawan Como, tetapi tidak mampu menyelesaikan kedua pertandingan tersebut secara penuh.
Kondisi itu membuat perhatian terhadap kebugarannya kembali meningkat, apalagi sempat muncul spekulasi di luar lapangan, termasuk rumor ketertarikan Barcelona. Meski begitu, fokus utama Inter saat ini tetap tertuju pada proses pemulihan Bastoni agar ia bisa kembali dalam kondisi terbaik tanpa mengganggu kestabilan pertahanan tim.







