Investasi Indonesia pada kuartal II 2026 menciptakan 742.293 lapangan kerja baru. Penyerapan tenaga kerja tersebut meningkat 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode April hingga Juni 2026, realisasi investasi nasional mencapai Rp511,8 triliun. Nilai itu naik 7,1 persen secara tahunan dan menunjukkan arus modal ke Indonesia masih bertahan positif meski pertumbuhannya melambat.
Realisasi Investasi Kuartal II 2026
| Indikator | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
| Realisasi kuartal II 2026 | Rp511,8 triliun | Naik 7,1 persen tahunan |
| Realisasi kuartal I 2026 | Rp498,8 triliun | Lebih rendah dari kuartal II |
| Penyerapan tenaga kerja | 742.293 orang | Naik 5,1 persen tahunan |
Jumlah investasi pada kuartal II juga lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal I 2026 yang berada di angka Rp498,8 triliun. Kenaikan beruntun ini menjadi sinyal bahwa aktivitas penanaman modal masih bergerak dalam arah yang mendukung perekonomian nasional.
Namun, laju pertumbuhan tersebut belum menyamai kinerja kuartal II 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, investasi tercatat Rp477,7 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 11,5 persen.
PMA dan PMDN Berimbang
Penanaman modal asing atau PMA menyumbang Rp257,7 triliun dari total realisasi kuartal II 2026. Porsi tersebut setara dengan 50,4 persen dari keseluruhan investasi.
Sementara itu, penanaman modal dalam negeri atau PMDN mencapai Rp254,1 triliun. Kontribusinya sebesar 49,6 persen, sehingga selisih antara investasi asing dan domestik hanya sekitar Rp3,6 triliun.
| Sumber Investasi | Nilai | Porsi |
|---|---|---|
| PMA | Rp257,7 triliun | 50,4 persen |
| PMDN | Rp254,1 triliun | 49,6 persen |
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa modal asing dan modal domestik sama-sama menjadi penopang utama investasi nasional. Keunggulan PMA yang tipis juga menandakan kontribusi pelaku usaha dalam negeri tetap kuat pada periode tersebut.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan data itu dalam konferensi pers laporan realisasi investasi nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Penyampaian tersebut menegaskan bahwa pemerintah masih memantau kemampuan investasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan penciptaan pekerjaan.
Masih Ada Ruang Mengejar Target Tahunan
Realisasi kuartal II 2026 mencapai sekitar seperempat dari target investasi nasional sepanjang tahun yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun. Dengan capaian tersebut, pemerintah masih perlu mempertahankan arus investasi pada periode berikutnya untuk mendekati sasaran tahunan.
Tantangan utamanya terletak pada perlambatan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski nilai investasi dan penyerapan tenaga kerja sama-sama meningkat, momentum itu perlu dijaga hingga akhir 2026 agar target nasional tetap memiliki peluang untuk dicapai.
Source: www.beritasatu.com






