Rp3.661 Triliun Mengalir ke Yeongnam, Korea Selatan Siapkan Pusat AI dan Industri Canggih

Author: Redaksi Android62

Konglomerat besar Korea Selatan menyiapkan investasi senilai 312 triliun won atau Rp3.661 triliun untuk Yeongnam, kawasan di Korea Tenggara yang selama ini dikenal sebagai basis manufaktur penting. Gelombang dana itu diarahkan untuk membangun pusat regional industri berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Komitmen investasi tersebut mencakup sektor yang sangat luas, mulai dari AI, semikonduktor, dan robotika, hingga energi serta dirgantara. Pemerintah Korea Selatan menilai Yeongnam memiliki modal kuat untuk naik kelas dari basis manufaktur nasional menjadi pusat manufaktur canggih bertaraf global.

Investasi terbesar datang dari SK, Hanwha, Hyundai, Samsung, LG, dan Doosan

SK Group menjadi penyumbang komitmen terbesar dengan rencana penggelontoran 140 triliun won untuk membangun infrastruktur pusat data AI di seluruh wilayah itu. Hanwha Group dan Hyundai Motor Group menyusul dengan investasi gabungan 97 triliun won untuk satu dekade ke depan.

Fokus Hanwha dan Hyundai mencakup kedirgantaraan, pertahanan, mobilitas masa depan, dan manufaktur canggih. Samsung Group juga menambah tekanan besar lewat rencana investasi 60 triliun won untuk transformasi AI, robotika, baterai, dan pembuatan kapal.

LG menyatakan akan menanamkan 9,4 triliun won hingga 2030 untuk memperkuat infrastruktur AI dan manufaktur canggih. Sementara itu, Doosan menyiapkan sekitar 5,1 triliun won untuk memperluas bisnis energi generasi berikutnya, termasuk reaktor modular kecil, pembangkit listrik tenaga nuklir besar, serta turbin gas dan hidrogen.

Grup Bisnis Nilai Investasi Fokus Utama
SK Group 140 triliun won Infrastruktur pusat data AI
Hanwha Group dan Hyundai Motor Group 97 triliun won Kedirgantaraan, pertahanan, mobilitas masa depan, manufaktur canggih
Samsung Group 60 triliun won AI, robotika, baterai, pembuatan kapal
LG 9,4 triliun won Infrastruktur AI dan manufaktur canggih
Doosan 5,1 triliun won Energi generasi berikutnya, SMR, nuklir, turbin gas dan hidrogen

Yeongnam diposisikan sebagai simpul industri baru

Pengumuman investasi itu disampaikan dalam pengarahan yang dipimpin presiden di Jinju, Provinsi Gyeongsang Selatan. Agenda itu menjadi sesi regional ketiga setelah program serupa untuk Honam dan Chungcheong, mengikuti laporan nasional pemerintah tentang tiga proyek mega.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan investasi yang berani dan aktif akan dilakukan di bidang kedirgantaraan, pertahanan, dan energi, termasuk SMR, baterai, dan layar. Ia juga menegaskan bahwa Yeongnam akan melampaui statusnya sebagai basis manufaktur utama Korea.

Lee menyebut wilayah itu punya potensi besar untuk menjadi pusat global manufaktur canggih dan menyampaikan terima kasih kepada para konglomerat atas komitmen yang diumumkan. Penekanan pemerintah menunjukkan bahwa investasi ini tidak hanya ditujukan untuk ekspansi korporasi, tetapi juga untuk membentuk ulang peta industri kawasan.

Dorongan AI, dirgantara, dan rantai industri baru

Pemerintah Korea Selatan ingin mendorong pembangunan sabuk industri kedirgantaraan pantai selatan. Jalur industri itu dirancang untuk menghubungkan satelit dan kendaraan peluncur dengan pesawat generasi berikutnya serta industri ruang angkasa yang sedang berkembang.

Lee juga menyatakan pemerintah akan memobilisasi seluruh kemampuan yang dimiliki untuk mendukung perusahaan dirgantara di Yeongnam agar tumbuh menjadi perusahaan kelas dunia. Infrastruktur yang dibahas akan mencakup konstelasi satelit pengintai pada ketinggian 350 kilometer.

Di sisi korporasi, rencana LG menunjukkan bagaimana AI dan manufaktur canggih akan dikaitkan dengan penguatan bisnis yang sudah ada. LG Electronics akan memperluas R&D HVAC di Changwon, LG Innotek meningkatkan kapasitas solusi optik dan substrat chip AI di Gumi, dan LG Display memperkuat produksi layar generasi berikutnya.

Rangkaian komitmen itu membuat Yeongnam diproyeksikan menjadi simpul baru bagi industri strategis Korea Selatan. Perpaduan investasi AI, pusat data, baterai, layar, pertahanan, energi, dan dirgantara menandai upaya terkoordinasi pemerintah dan konglomerat untuk mempercepat pertumbuhan kawasan tersebut.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru