Bocoran terbaru menempatkan iPhone Fold sebagai langkah paling berani yang sedang disiapkan Apple. Perangkat ini disebut membawa layar lipat berasio 4:3, pengalaman tampilan yang mirip iPad saat dibuka, dan bahkan layar yang bebas lipatan.
Jika klaim itu akurat, Apple tidak sekadar masuk ke kategori ponsel lipat. Perusahaan tersebut justru tampak menargetkan kelas premium dengan perangkat yang menggabungkan fungsi ponsel dan tablet dalam satu bodi.
Fokus besar Apple ada di perangkat lipat
iPhone Fold disebut memakai konstruksi internal modular untuk mendukung ketahanan dan perbaikan yang lebih mudah. Desain itu juga diarahkan agar perangkat mampu bertahan menghadapi ribuan kali lipatan selama masa pakai.
Di sisi daya, perangkat ini dikabarkan membawa baterai terbesar yang pernah dipasang pada iPhone. Daya tahannya disebut bisa mencapai dua hari, sehingga jelas ditujukan untuk pengguna dengan aktivitas tinggi.
Apple juga disebut menyiapkan perangkat lunak multitasking khusus untuk format layar lipat ini. Arahnya adalah memberi perpindahan yang lebih mulus antara kebutuhan kerja dan hiburan dalam satu perangkat.
Sisi praktis tetap dijaga
Menariknya, iPhone Fold justru disebut hanya memiliki dua kamera belakang. Jumlah itu lebih sedikit dibanding flagship lain, tetapi Apple dikabarkan menutupinya dengan tombol kontrol kamera khusus untuk membantu pengoperasian satu tangan.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa Apple tidak hanya mengejar bentuk lipat semata. Perusahaan juga tampak memperhitungkan kenyamanan saat perangkat digunakan dalam berbagai posisi, dari mode ponsel hingga layar besar.
Bocoran harga juga menempatkan perangkat ini di kelas paling atas. iPhone Fold disebut akan dibanderol mulai dari $1,999 USD, dengan konfigurasi tertinggi mencapai $2,699 USD.
iPhone 18 Pro bergerak dengan cara yang lebih familiar
Di sisi lain, iPhone 18 Pro terlihat seperti penyempurnaan yang lebih dekat dengan karakter iPhone yang sudah dikenal. AppleTrack menyebut bodinya masih memakai unibody aluminium, sehingga identitas desain utamanya tidak berubah jauh.
Meski begitu, ada sejumlah ubahan visual yang membuatnya tetap terasa segar. Pilihan warnanya disebut meliputi dark cherry, sky blue, dark gray, dan silver.
Bagian depan juga dikabarkan tampil lebih rapi karena Dynamic Island dipangkas sekitar 35 persen. Sementara itu, tonjolan kamera justru sedikit membesar untuk mengakomodasi peningkatan perangkat keras di sektor fotografi.
Kamera jadi titik perhatian utama
Salah satu peningkatan paling menonjol pada iPhone 18 Pro ada di kamera depan. Sensor swafoto disebut naik menjadi 24MP dari 18MP, yang berpotensi memberi hasil foto dan video depan yang lebih tajam.
Di kamera belakang, Apple dikabarkan menyiapkan lensa dengan aperture variabel. Sistem ini dirancang untuk membantu kontrol depth of field sekaligus meningkatkan performa saat cahaya minim.
Bocoran yang sama juga menyebut perpindahan pemasok sensor kamera dari Sony ke Samsung. Perubahan ini diklaim membuat pemrosesan gambar lebih cepat dan dynamic range lebih baik.
Peningkatan kecil yang tetap terasa
Selain sektor kamera, iPhone 18 Pro disebut tetap tahan air dan mampu bertahan hingga kedalaman 6 meter. Detail ini memperkuat kesan bahwa Apple masih menjaga ketahanan sebagai bagian penting dari lini Pro.
Apple juga dikabarkan mengubah tombol kontrol kamera. Mekanisme geser dan sentuh disebut diganti dengan sistem berbasis tekanan agar pengalaman pemakaian terasa lebih intuitif.
Langkah lain yang ikut muncul adalah perluasan model eSIM-only ke lebih banyak pasar, termasuk China. Arah ini memperlihatkan dorongan Apple untuk semakin jauh meninggalkan kartu SIM fisik.
Secara keseluruhan, Apple tampak menyiapkan dua jalur yang sangat berbeda lewat iPhone 18 Pro dan iPhone Fold. Yang satu mengandalkan penyempurnaan flagship yang langsung terasa dalam pemakaian harian, sementara yang lain menjadi taruhan besar Apple di segmen lipat ultra-premium.
Source: www.geeky-gadgets.com






