Militer Amerika Serikat kembali melancarkan operasi tambahan terhadap sejumlah target di Iran, dan Teheran langsung memberi sinyal balasan keras. Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa “musuh agresor dan para pendukungnya” akan menerima hukuman atas serangan itu.
Pernyataan Rezaei disampaikan melalui akun media sosial X pada Kamis. Nada ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan terbaru AS memicu laporan ledakan di beberapa wilayah selatan Iran.
Ledakan dilaporkan di wilayah selatan
Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan di sejumlah wilayah selatan negara itu. Salah satu insiden yang disorot adalah pecahan proyektil yang disebut menghantam area Rumah Sakit Imam Ali di kota pelabuhan Chabahar.
Hingga laporan itu disampaikan, belum ada keterangan mengenai jumlah korban dari insiden tersebut. Situasi di lapangan masih bergerak dan detail kerusakan juga belum dijelaskan sepenuhnya oleh pihak-pihak terkait.
| Lokasi | Informasi yang Dilaporkan | Keterangan |
|---|---|---|
| Chabahar | Pecahan proyektil menghantam area Rumah Sakit Imam Ali | Jumlah korban belum diumumkan |
| Bushehr | Serangan tidak merusak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr | Dilaporkan oleh Kantor Berita Mehr |
CENTCOM mengonfirmasi operasi tambahan
Di sisi lain, United States Central Command atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan operasi militer tambahan terhadap sejumlah target di Iran. Militer AS menyebut langkah itu bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi titik strategis dalam jalur energi global, sehingga setiap eskalasi di kawasan ini segera menarik perhatian internasional. Dalam kondisi seperti ini, serangan dan ancaman balasan terbaru kembali menempatkan hubungan Iran dan Amerika Serikat dalam fase yang sangat rapuh.
Di Provinsi Bushehr, Kantor Berita Mehr melaporkan bahwa serangan tersebut tidak mengakibatkan kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Laporan itu menambah perhatian publik karena fasilitas tersebut merupakan salah satu infrastruktur strategis Iran.
Dengan masih terbatasnya keterangan mengenai korban dan tingkat kerusakan, fokus kini tertuju pada langkah lanjutan Teheran dan respons berikutnya dari Washington. Eskalasi terbaru ini juga memperlihatkan bahwa ketegangan keduanya berpotensi berdampak lebih luas dari sekadar ranah militer.
Source: www.medcom.id






