IRGC Perketat Jalur Hormuz, Kapal yang Melanggar Bisa Dihentikan Paksa

Author: Redaksi Android62

Selat Hormuz kembali menjadi ruang paling sensitif dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat setelah IRGC merilis peta baru yang menandai area yang mereka klaim berada di bawah kendali angkatan laut mereka. Langkah ini langsung menarik perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu lintasan pelayaran paling vital di dunia.

Peta yang diumumkan itu menampilkan wilayah yang membentang dari ujung barat Pulau Qeshm di Iran ke Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab. Area lain yang ikut ditandai mencakup jalur dari Kuh-e Mobarak di Iran hingga selatan Fujairah di UEA.

Meski begitu, IRGC menegaskan peta terbaru tersebut tidak berarti ada perubahan dalam pengelolaan keseluruhan Selat Hormuz. Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebi, mengatakan kapal komersial tetap harus mengikuti protokol pelayaran Angkatan Laut Garda Revolusi dan berkoordinasi dengan otoritas Iran di jalur yang sudah ditentukan.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa kapal yang mematuhi aturan akan diizinkan melintas dengan aman. Sebaliknya, kapal yang melanggar dapat dihentikan secara paksa, yang menunjukkan Iran masih mempertahankan pendekatan keras terhadap lalu lintas laut di kawasan tersebut.

Pesan keras ke Washington

Pengumuman peta baru itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan membantu mengarahkan kapal-kapal yang terjebak di selat itu keluar dari wilayah terbatas. Respons dari Iran datang cepat, karena komando militer tertinggi Iran langsung mengeluarkan peringatan keras.

Iran menyatakan kekuatan asing, terutama pasukan AS, akan menjadi sasaran jika mencoba masuk atau mendekati selat tersebut. Sinyal ini memperlihatkan bahwa setiap langkah di Selat Hormuz tidak hanya dipandang sebagai urusan navigasi, tetapi juga sebagai uji kekuatan langsung.

Dalam laporan yang sama, dua rudal disebut menghantam sebuah fregat Angkatan Laut AS di selat itu setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan Iran. Kapal itu dilaporkan berlayar dekat pelabuhan Jask dan dianggap melanggar aturan keamanan maritim versi Iran.

Kapal tersebut kemudian disebut mundur dari area setelah serangan dan tidak bisa melanjutkan pelayaran. Hingga kini, pejabat Amerika Serikat belum memberikan komentar atas laporan tersebut.

Kontrol yang makin ketat

Selat Hormuz juga disebut mulai diperketat oleh Iran sejak 28 Februari dengan membatasi akses kapal-kapal yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat. Kebijakan itu diambil setelah kedua negara melancarkan serangan bersama ke wilayah Iran.

Setelah pembicaraan pascagencatan senjata antara kedua pihak di Islamabad pada 11 hingga 12 April tidak menghasilkan kesepakatan, Amerika Serikat kemudian memberlakukan blokade tandingan. Rangkaian langkah itu membuat kawasan tersebut kembali menjadi sorotan luas karena dampaknya tidak hanya dirasakan Iran dan AS.

Jalur ini sangat penting bagi keamanan transportasi laut internasional, sehingga perubahan kecil di sana dapat segera membawa dampak besar. Karena itu, peta baru IRGC terbaca bukan hanya sebagai pernyataan wilayah, tetapi juga sebagai pesan politik yang disampaikan di salah satu titik paling rawan di dunia.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru