IRGC Siap Balas Serangan Lagi, Iran Kirim Peringatan Keras ke AS dan Israel

Author: Redaksi Android62

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menegaskan kesiapan penuh untuk turun ke medan tempur jika Amerika Serikat, Israel, atau sekutu mereka kembali melancarkan agresi terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan sebagai sinyal keras bahwa Teheran tidak akan diam bila tekanan militer kembali muncul.

IRGC menyebut seluruh unsur kekuatannya sudah siaga, mulai dari darat, laut, udara, hingga ranah peperangan hibrida. Dalam pernyataan yang dikutip IRNA, pasukan elite Iran itu juga menegaskan kesiapan menghadapi “musuh yang licik” jika pihak lawan kembali memaksakan tuntutan berlebihan dan melanggar hak rakyat Iran.

Ancaman balasan yang lebih keras

Pernyataan IRGC tidak berhenti pada kesiagaan tempur semata. Pasukan itu juga menyatakan siap bertindak atas instruksi sekecil apa pun dari komandan yang disebut “berani dan bijaksana”.

Di bagian lain pernyataannya, IRGC mengancam akan menimpakan kekalahan bersejarah yang jauh lebih telak dibandingkan sebelumnya apabila serangan kembali terjadi. Nada tersebut memperlihatkan bahwa Iran ingin mengirim pesan pencegahan sekaligus kesiapan untuk membalas secara penuh.

Latar kesepakatan penghentian konflik

Ketegangan itu muncul di tengah proses yang belum sepenuhnya mereda antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara disebut menandatangani dokumen secara jarak jauh pada malam menjelang 18 Juni, yang mengatur penghentian konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Dokumen tersebut juga memberi waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk merundingkan kesepakatan akhir mengenai isu nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat. Dalam dokumen yang sama, AS dijadwalkan mencabut blokade lautnya, sementara Iran diminta memulihkan pelayaran di kawasan perairan Selat Hormuz.

Selat Hormuz tetap menjadi titik sensitif

Selat Hormuz kembali menjadi sorotan karena posisinya yang sangat strategis bagi pelayaran dan arus energi dunia. Setiap gangguan di wilayah itu biasanya memicu perhatian internasional karena dampaknya bisa meluas ke jalur perdagangan dan pasokan energi.

Karena itu, komitmen untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam dokumen pengakhiran konflik. IRGC, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama pertahanan Iran, tampak ingin memastikan bahwa setiap pelanggaran baru akan dihadapi dengan kesiapan militer penuh.

Pesan politik dari Teheran

Melalui pernyataan ini, Iran menunjukkan bahwa ancaman militer masih dianggap sebagai kemungkinan yang nyata. Pada saat yang sama, IRGC menegaskan bahwa aparat bersenjata Iran siap merespons cepat jika AS, Israel, atau sekutu mereka kembali memberi tekanan.

Di tengah perundingan yang masih bergantung pada kesepakatan lanjutan soal nuklir dan sanksi, pesan dari IRGC memperlihatkan bahwa situasi belum benar-benar stabil. Teheran tampak ingin menegaskan bahwa agresi berikutnya akan dibalas dengan kesiagaan tempur penuh.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru