Di Inggris era Victoria, nama William Marwood dikenal bukan hanya karena profesinya sebagai algojo, tetapi juga karena metode eksekusi yang ia perkenalkan mengubah cara hukuman mati dijalankan. Sosok asal Lincolnshire itu kini kembali disorot lewat sebuah pameran di Horncastle yang menampilkan sisi hidupnya yang rumit dan tidak sesederhana reputasinya.
Pameran gratis tersebut berlangsung di Joseph Banks Centre, Horncastle, dan disusun oleh Horncastle History and Heritage Society. Fokusnya bukan semata pada reputasi kelam Marwood, melainkan pada latar belakangnya sebagai warga lokal, pekerja, dan figur yang berada di persimpangan antara agama, pekerjaan, dan hukuman mati.
Dari tukang sepatu hingga algojo publik
William Marwood lahir dekat Horncastle pada 1818. Ia menjalani kehidupan awal sebagai cobbler di kota itu dan juga dikenal sebagai Methodist lay preacher.
Di sisi lain, Marwood bekerja sebagai public executioner dan kemudian dikaitkan dengan long drop system. Metode ini menggunakan tali yang lebih panjang agar terhukum mengalami patah leher dan meninggal seketika, bukan perlahan dicekik.
Langkah itu dipakai pertama kali di Lincoln Castle pada 1872. Korban pertamanya adalah William Horry, pria yang dihukum karena membunuh istrinya.
Jejak pada kasus-kasus yang menyita perhatian publik
Pameran di Horncastle juga menempatkan Marwood dalam konteks kasus kriminal besar yang dikenal masyarakat abad ke-19. Salah satu yang ditampilkan adalah eksekusi Charles Peace, pencuri dan pembunuh terkenal dari Sheffield, yang dihukum mati oleh Marwood di Leeds pada 1879.
Menurut penyelenggara, pameran ini berupaya mengeksplorasi karakter Marwood yang kompleks dan menjelaskan kebenaran di balik reputasinya. Cara itu membantu pengunjung melihat bagaimana seorang tukang sepatu lokal bisa berubah menjadi salah satu nama paling dikenal dalam sejarah hukuman mati di Inggris Victoria.
Pameran gratis hingga akhir September
Pameran ini dibuka gratis mulai 25 Juni hingga 30 September. Jam kunjungan tersedia dari Kamis sampai Sabtu, pukul 10.00 hingga 16.00 BST.
Salah satu detail yang turut menarik perhatian adalah riwayat Marwood sebagai figur yang pernah muncul sebagai waxwork di Chamber of Horrors milik Madame Tussaud’s. Kumpulan fakta itu kini ditampilkan dalam satu ruang pamer untuk memperlihatkan bagaimana kehidupan pribadi, pekerjaan, dan warisannya saling bertaut dalam sejarah hukum pidana Inggris.
