PLN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh warga Jabar sudah menikmati listrik pada awal 2027. Dorongan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan layanan energi sekaligus menjaga pembangunan tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Bagi Pemprov Jabar, persoalan listrik bukan sekadar urusan infrastruktur. Ketersediaan daya juga dipandang sebagai penopang pertumbuhan ekonomi warga, sehingga pemerataan akses menjadi kebutuhan yang mendesak.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan energi di daerahnya harus tetap memegang prinsip kelestarian ekologi. Ia juga mengingatkan bahwa Jawa Barat tidak boleh menjadi pemasok listrik untuk daerah lain jika masih ada warganya sendiri yang belum teraliri.
Target bersama itu dibidik sejak tahun ini hingga maksimal awal 2027. Dalam periode tersebut, Dedi ingin seluruh warga Jawa Barat terterangi listrik PLN tanpa ada yang tertinggal.
PLN siapkan dukungan infrastruktur
Dari sisi penyedia listrik, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan visi keadilan energi di Jawa Barat. PLN menempatkan kerja sama ini sebagai langkah untuk menghadirkan kesejahteraan melalui listrik yang andal, merata, dan berkelanjutan.
PLN juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan keberlangsungan ekologi. Karena itu, kesepakatan dengan Pemprov Jabar dijadikan landasan hukum untuk mempercepat sejumlah proyek ketenagalistrikan di wilayah tersebut.
Kerja sama ini tidak berdiri sendiri. PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah ikut terlibat, bersama PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah yang memperkuat koordinasi teknis agar penyaluran energi listrik berjalan lebih lancar.
Bagian dari transisi energi yang lebih luas
Nota kesepahaman antara PLN dan Pemprov Jawa Barat ditandatangani di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin, 18 Mei 2026. Momen itu menandai penguatan sinergi antarlembaga untuk mendorong program transisi energi yang lebih berkelanjutan dan merata.
Dalam kerangka kerja sama tersebut, Pemprov Jawa Barat menempatkan keberlanjutan ekologi sebagai dasar pembangunan energi daerah. Di sisi lain, PLN melihat kolaborasi ini sebagai langkah nyata untuk memastikan masyarakat Jawa Barat memperoleh akses listrik yang lebih adil.
Fokus utama dari kesepakatan ini tetap jelas, yaitu memperluas jangkauan listrik hingga menjangkau seluruh warga Jawa Barat pada awal 2027. Dengan target itu, pemerintah daerah dan PLN sama-sama menekan pentingnya pemerataan layanan tanpa mengabaikan arah pembangunan energi yang ramah lingkungan.
