PLN menambah jaringan pengisian kendaraan listrik di Jakarta lewat SPKLU Center ke-4 yang berlokasi di Sakura Garden City, Jakarta Timur. Fasilitas ini menjadi sorotan karena mampu melayani hingga 10 mobil sekaligus dalam satu area pengisian.
Kehadiran pusat pengisian berkapasitas besar ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan pengguna mobil listrik yang terus bertambah di kawasan perkotaan. Di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik, akses pengisian daya cepat menjadi salah satu faktor penting agar mobilitas pengguna tetap lancar.
Fasilitas pengisian yang lebih lengkap
SPKLU Center di Sakura Garden City tidak hanya menambah titik pengisian baru, tetapi juga menghadirkan konfigurasi perangkat yang lebih beragam. Di lokasi ini tersedia 2 unit Ultra Fast Charging 200 kW, 3 unit Ultra Fast Charging 120 kW, dan 1 unit Medium Charging 22 kW.
Total terdapat 10 konektor charger yang bisa digunakan secara bersamaan. Ketersediaan konektor CCS2 dan AC juga membuat fasilitas ini lebih mudah diakses oleh mayoritas merek mobil listrik yang saat ini beredar di Indonesia.
Dua unit charger 200 kW menjadi salah satu daya tarik utama karena menawarkan pengisian yang jauh lebih cepat dibanding metode konvensional. Dengan kapasitas seperti ini, pusat pengisian tersebut disiapkan bukan sekadar sebagai titik singgah, melainkan sebagai hub pengisian berskala besar.
Dorongan untuk transisi energi bersih
Pengembangan SPKLU Center ini juga sejalan dengan upaya mendorong transisi energi bersih di ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut mendukung pengembangan kendaraan listrik karena berkaitan langsung dengan penurunan emisi dan perbaikan kualitas udara.
Dari sisi PLN, penambahan infrastruktur seperti ini dipandang sebagai langkah konkret menuju target Net Zero Emissions 2060. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa PLN ingin memastikan pengguna kendaraan listrik merasa aman dan nyaman saat bepergian tanpa khawatir soal ketersediaan daya.
Darmawan juga menegaskan bahwa PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi ikut mendorong pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Ia mengaitkan pengembangan infrastruktur pengisian ini dengan arahan Presiden untuk mempercepat elektrifikasi di berbagai sektor.
Lonjakan transaksi di Jakarta
Kebutuhan infrastruktur pengisian di Jakarta dinilai makin mendesak seiring naiknya aktivitas pengguna mobil listrik. General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menyebut SPKLU Center ke-4 ini sebagai salah satu fasilitas pengisian kendaraan listrik terlengkap di Jakarta.
Andy juga menyoroti pertumbuhan transaksi SPKLU di ibu kota yang terus meningkat. Menurutnya, transaksi SPKLU di Jakarta mencapai 803.235 transaksi pada 2025 dan 430.593 transaksi pada triwulan I 2026.
Angka tersebut disebut naik lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan itu menunjukkan bahwa penyediaan titik pengisian tidak lagi cukup hanya menambah jumlah lokasi, tetapi juga perlu memperbesar kapasitas di tiap titik layanan.
Jaringan SPKLU yang terus meluas
SPKLU Center di Sakura Garden City menambah daftar pusat pengisian yang sebelumnya sudah hadir di Bulungan, Menteng, dan Rest Area Cibubur KM 10,6. Keempat lokasi itu memperlihatkan arah pengembangan layanan yang semakin menyesuaikan kebutuhan kendaraan listrik di wilayah urban yang padat aktivitas.
Secara total, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 718 unit charger SPKLU di 405 lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Ekspansi ini membuat pengguna memiliki lebih banyak pilihan saat mencari tempat pengisian daya, sekaligus memberi ruang bagi lebih banyak kendaraan untuk dilayani dalam waktu yang sama.
Bagi pengguna mobil listrik, keberadaan 10 konektor di satu lokasi memberi fleksibilitas lebih besar ketika area pengisian sedang ramai. Dengan dukungan dua unit Ultra Fast Charging 200 kW, jaringan SPKLU PLN di Jakarta kini semakin siap menghadapi pertumbuhan kendaraan listrik di ibu kota dan wilayah penyangganya.
