Jaksa dalam sidang yang melibatkan d4vd menyorot rangkaian pembelian barang yang dinilai tidak lazim dan diduga berkaitan dengan perencanaan pembunuhan terhadap Celeste Rivas Hernandez, seorang anak di bawah umur. Dalam pemaparannya, jaksa menilai transaksi itu mengarah pada dugaan mutilasi serta upaya membuang jasad korban.
Sorotan utama muncul dari pola belanja yang disebut dilakukan bertahap lewat beberapa platform. Menurut jaksa penuntut umum, rangkaian itu tampak lebih seperti persiapan yang disusun sebelumnya ketimbang tindakan yang terjadi secara mendadak.
Rangkaian pembelian yang dipersoalkan
Dalam persidangan, jaksa menyebut pada 24 April 2025 d4vd memesan sekop dari Home Depot. Barang tersebut kemudian dikirim ke kediamannya melalui layanan pengantaran Postmates.
Setelah itu, pada 1 Mei 2025, jaksa mengatakan ada pembelian dua gergaji mesin lewat Amazon. Langkah berikutnya yang disorot terjadi pada 5 Mei 2025, ketika terdakwa disebut kembali membeli sejumlah barang yang dianggap mencurigakan.
Barang yang dipaparkan antara lain kantong mayat, kantong cucian berat, dan kolam renang tiup berwarna biru. Jaksa menilai benda-benda itu diduga dipakai untuk menjalankan rencana mutilasi dan pembuangan tubuh korban.
Nama samaran dalam transaksi
Dalam penjelasan di sidang, jaksa juga menyebut transaksi terakhir dilakukan atas nama samaran “Victoria Mendez”. Keterangan ini memperkuat perhatian pada cara pembelian dilakukan dan menambah sorotan terhadap dugaan adanya persiapan yang disengaja.
Bagi jaksa, detail transaksi bukan sekadar daftar belanja, melainkan bagian dari bukti yang dianggap berkaitan langsung dengan tindak pidana yang dituduhkan. Karena itu, pembelian alat-alat tersebut ditempatkan sebagai elemen penting dalam pembuktian kasus.
Perhatian jaksa pada unsur perencanaan
Kasus ini tidak hanya bergerak pada tuduhan pembunuhan. Sidang juga memuat tuduhan pelecehan seksual terhadap korban, sehingga pembuktian yang diajukan jaksa mencakup lebih dari satu dugaan kejahatan.
Dengan menampilkan urutan pembelian, jaksa berupaya menunjukkan bahwa ada pola yang mendukung dugaan perencanaan sebelumnya. Fokusnya bergeser dari sekadar siapa pelaku, menjadi bagaimana rangkaian persiapan itu diduga dibangun sebelum peristiwa yang dituduhkan terjadi.
Dampak pada d4vd di tengah sorotan publik
D4vd, yang dilafalkan “David,” sebelumnya dikenal luas lewat lagu “Romantic Homicide” yang viral di TikTok pada 2022. Lagu itu sempat menempati posisi ke-4 di tangga Billboard Hot Rock & Alternative Songs, sebelum ia merilis EP debut Petals to Thorns dan album The Lost Petals pada 2023.
Ketika jenazah Rivas Hernandez ditemukan, d4vd diketahui sedang menjalani tur untuk mempromosikan album penuh pertamanya, Withered. Ia juga baru merilis lagu tema resmi pertama Fortnite berjudul “Locked & Loaded” bersama Epic Games.
Kasus ini kemudian berdampak langsung pada jadwal penampilannya. Dua konser terakhir di Amerika Utara di San Francisco dan Los Angeles dibatalkan, termasuk penampilannya di Grammy Museum LA, sementara tur Eropa yang seharusnya dimulai di Norwegia juga ikut dibatalkan.
Di tengah proses hukum yang terus berjalan, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana jaksa mengaitkan sekop, dua gergaji mesin, kantong mayat, dan barang lain yang disebut mencurigakan dengan dugaan tindak pidana yang lebih berat. Jejak transaksi itu menjadi salah satu bagian paling disorot dalam perkara yang telah memukul reputasi dan aktivitas panggung d4vd.
