Motorola langsung menarik perhatian lewat Moto G87 yang datang dengan kamera utama 200MP, layar Extreme AMOLED 6,78 inci beresolusi 1.5K, dan refresh rate 120Hz. Di kelasnya, kombinasi itu terasa paling menonjol karena Motorola juga menambahkan baterai 5.200mAh, pengisian cepat 30W, serta dukungan Android 16 saat perangkat keluar dari kotak.
Selain Moto G87, Motorola juga menggerakkan lini ponsel lipat lewat Razr 70 series yang terdiri dari tiga model. Di sisi lain, ada Moto G37 yang diposisikan sebagai pilihan paling terjangkau namun tetap membawa 5G dan daftar fitur yang cukup lengkap untuk kelasnya.
Moto G87 mengandalkan kamera besar dan paket fitur yang padat
Keunggulan utama Moto G87 ada pada kamera 200MP yang ditemani kamera ultrawide 8MP dan kamera depan 32MP. Motorola memadukannya dengan layar Extreme AMOLED 6,78 inci beresolusi 1.5K dan refresh rate 120Hz, sehingga ponsel ini terlihat diarahkan ke pengguna yang mengutamakan tampilan dan fotografi.
Di balik bodinya, Moto G87 memakai Dimensity 6400, RAM 12GB, dan penyimpanan yang masih bisa diperluas lewat microSD sampai 2TB. Motorola juga menyertakan RAM virtual hingga 24GB, 5G, Bluetooth 5.4, Wi-Fi 6, dan sertifikasi MIL-STD-810H, sementara harga yang dipasang berada di 399 euros atau USD 466.
Razr 70 series membawa pendekatan lipat yang makin serius
Di segmen yang lebih premium, Motorola menyiapkan Razr 70 series dengan tiga varian yang masing-masing menyasar kebutuhan berbeda. Formulanya tetap mempertahankan ciri khas ponsel lipat, tetapi dengan spesifikasi yang semakin matang dan lebih berani di sisi layar maupun performa.
Razr 70 hadir sebagai model dasar dengan layar lipat LTPO AMOLED 6,9 inci 120Hz dan layar luar LTPS AMOLED 3,6 inci 90Hz. Perangkat ini memakai Dimensity 7450X, RAM 8GB LPDDR5X, serta penyimpanan 512GB UFS 3.1, lalu dipasangi kamera depan 32MP dan dua kamera belakang 50MP yang sudah mendapat OIS.
Peningkatan terasa jelas di Razr 70 Plus dan Razr 70 Ultra
Razr 70 Plus, yang di beberapa pasar disebut Razr+ 2026, membawa peningkatan pada panel dan tenaga pemrosesan. Layar utamanya tetap 6,9 inci, tetapi refresh rate naik ke 165Hz, sementara layar sekunder membesar menjadi 4 inci dengan panel LTPS Extreme AMOLED.
Model ini dibekali Snapdragon 8s Gen 3, RAM 14GB, dan penyimpanan 256GB. Konfigurasi kameranya disebut tetap sama seperti Razr 70, tetapi baterainya sedikit lebih kecil, yaitu 4.500mAh, sehingga arah pengembangannya lebih condong ke pengalaman visual dan respons layar.
Varian paling tinggi, Razr 70 Ultra, tampil sebagai model paling agresif di keluarga ini. Motorola memasang Snapdragon 8 Elite, RAM 16GB, dan penyimpanan 512GB, lalu menggabungkannya dengan layar utama 7 inci Extreme AMOLED 165Hz beresolusi 1224 x 2292 piksel dan tingkat kecerahan puncak hingga 5.000 nits.
Layar luar Razr 70 Ultra juga berukuran 4 inci dan mendukung refresh rate 165Hz. Untuk kamera, perangkat ini memakai kamera utama 50MP dengan LOFIC dan OIS, kamera ultrawide 50MP, serta kamera depan 50MP, sedangkan baterainya mencapai 5.000mAh dengan pengisian 68W kabel, 30W nirkabel, dan reverse wireless charging 5W.
Moto G37 melengkapi sisi terjangkau dengan 5G
Di jalur yang lebih ramah harga, Moto G37 hadir sebagai model paling terjangkau dalam keluarga ini. Meski posisinya bawah, perangkat ini tetap menawarkan layar LCD FHD+ 6,67 inci 120Hz yang dilindungi Corning Gorilla Glass 7i, serta Dimensity 6300 6nm dengan kecepatan hingga 2,4GHz.
Motorola membekali Moto G37 dengan RAM 4GB LPDDR4X, RAM virtual 8GB, dan penyimpanan 256GB UFS 2.2 yang bisa diperluas lewat microSD hingga 1TB. Fitur lain yang ikut hadir mencakup baterai 5.200mAh, Hello UX, USB-C 2.0, Bluetooth 5.4, NFC, Wi-Fi 5, 5G sub-6GHz, sertifikasi MIL-STD-810H, dan dukungan Gemini.
Dengan langkah ini, Motorola terlihat menyusun strategi yang jelas di beberapa lapisan pasar sekaligus. Razr 70 series dibangun untuk segmen lipat premium, Moto G87 diposisikan sebagai ponsel kamera besar yang kompetitif, sedangkan Moto G37 memperkuat barisan 5G yang lebih terjangkau.
