Jarak 230 Km Sekali Cas, Selis E-Max Tembus Rp28 Juta dan Mengancam Motor Bensin Harian

Author: Redaksi Android62

Selis E-Max menjadi salah satu motor listrik kompak yang paling menarik perhatian karena varian tertingginya diklaim mampu menempuh hingga 230 km sekali cas. Dengan harga yang masih dimulai dari Rp15,5 juta dan berakhir di Rp28 juta, model ini ikut menekan batas atas motor listrik harian sekaligus memberi alternatif yang terasa relevan di hadapan motor bensin entry-level.

Di tengah pasar yang makin ramai, E-Max tidak hadir sebagai satu paket tunggal. Selis justru menawarkan beberapa varian agar calon pembeli bisa menyesuaikan kebutuhan mobilitas dan dana yang tersedia.

Pilihan varian dari yang paling terjangkau hingga paling jauh

Varian paling dasar memakai baterai SLA atau Sealed Lead Acid dengan harga Rp15,5 juta. Jarak tempuhnya sekitar 40 km, sehingga lebih cocok untuk perjalanan dekat di area perkotaan.

Di atasnya ada varian lithium single battery dengan harga Rp22 juta. Versi ini menawarkan jarak tempuh 50–60 km dan menyasar penggunaan harian yang lebih efisien.

Posisi tertinggi ditempati dual battery lithium atau varian long range. Model ini menjadi sorotan utama karena diklaim bisa menempuh hingga 230 km dalam sekali pengisian daya.

Biaya isi daya yang ringan untuk pemakaian harian

Selain jarak tempuh, biaya operasional juga menjadi daya tarik penting. Untuk pemakaian 50–60 km, biaya isi daya Selis E-Max disebut hanya sekitar Rp2.500 hingga Rp3.000.

Angka itu membuat E-Max terlihat hemat untuk kebutuhan rutin. Dalam penggunaan sehari-hari, pengeluaran energi yang rendah bisa menjadi alasan kuat bagi pembeli yang ingin menekan biaya transportasi.

Waktu pengisian dayanya berada di kisaran 5–12 jam, tergantung charger yang digunakan. Pola ini cocok bagi pengguna yang biasa mengisi baterai pada malam hari lalu memakainya lagi keesokan pagi.

Performa cukup untuk kebutuhan kota

Selis membekali E-Max dengan motor listrik BLDC berkekuatan 1.000–1.500 Watt. Kecepatan maksimumnya berada di kisaran 50–60 km/jam, sehingga posisinya jelas sebagai skutik harian.

Karakter tersebut membuat E-Max lebih pas untuk mobilitas di dalam kota daripada mengejar kecepatan tinggi. Format kompaknya juga mendukung manuver di jalan padat dan memudahkan saat parkir di ruang sempit.

Fitur dan legalitas jalan raya

Untuk kelasnya, perlengkapan E-Max tergolong lengkap. Fitur yang dibawa mencakup lampu LED, panel instrumen digital, sistem keyless, rem cakram depan-belakang, serta bagasi di bawah jok.

Motor ini juga disebut sudah dilengkapi STNK dan BPKB. Status itu penting karena memberi kepastian bahwa E-Max bisa digunakan secara legal di jalan raya.

Harga yang masih bersaing dengan motor bensin

Rentang harga Rp15,5 juta sampai Rp28 juta menempatkan Selis E-Max di wilayah yang masih kompetitif bagi pembeli motor entry-level. Posisi ini membuatnya layak dibandingkan dengan beberapa motor bensin yang berada di kisaran serupa.

Sebagai pembanding, Yamaha Mio M3 125 disebut berada di harga Rp18,3 juta. Ada juga TVS Neo XR yang tercatat di Rp14,7 juta.

Dengan pilihan varian yang berlapis, pembeli bisa menentukan apakah ingin versi SLA yang paling murah, lithium single battery untuk kebutuhan harian, atau dual battery lithium saat jarak tempuh menjadi prioritas utama. Di tengah dorongan elektrifikasi kendaraan, Selis E-Max tampil sebagai opsi yang memadukan harga kompetitif, biaya operasional rendah, fitur modern, legalitas jalan raya, dan daya jelajah panjang pada varian tertingginya.

Berita Terbaru