Jarak tempuh menjadi senjata utama BYD Atto 3 generasi baru saat model ini bersiap meluncur di Tiongkok. SUV listrik tersebut diklaim mampu menempuh hingga 630 km dalam sekali cas berdasarkan pengujian CLTC, jauh di atas Atto 3 yang saat ini dipasarkan di Indonesia dengan jarak tempuh maksimal 480 km.
Lonjakan angka itu membuat Atto 3 terbaru langsung terlihat lebih agresif di kelasnya. Bukan hanya lebih jauh, mobil ini juga datang dengan pembaruan pada pengisian daya, performa, fitur keselamatan, hingga desain yang membuat posisinya kian kuat di tengah persaingan mobil listrik.
Baterai baru dan pengisian lebih cepat
Peningkatan paling penting ada pada sektor baterai. Atto 3 terbaru menggunakan Blade Battery generasi kedua yang menjadi fondasi utama efisiensi dan daya jelajah lebih panjang.
Selain itu, model ini juga disebut mendukung teknologi flash charging. Kombinasi tersebut membuat Atto 3 bukan hanya menjanjikan jarak tempuh lebih besar, tetapi juga waktu isi daya yang lebih singkat.
Perubahan ini menjadi nilai jual penting untuk pasar kendaraan listrik. Konsumen umumnya menilai jarak tempuh dan kecepatan pengisian sebagai dua faktor yang paling memengaruhi kenyamanan pemakaian harian.
Tenaga varian tertinggi ikut naik
BYD juga memberi perhatian pada sisi performa. Varian tertinggi Atto 3 terbaru disebut memiliki tenaga maksimal 326 dk.
Angka itu menunjukkan arah pengembangan yang tidak hanya mengejar efisiensi. Atto 3 generasi baru juga diarahkan untuk memberi karakter berkendara yang lebih bertenaga dibanding pendahulunya.
Fitur bantuan berkendara dan keselamatan ditambah
Pembaruan berikutnya menyentuh aspek teknologi bantuan mengemudi. Atto 3 terbaru akan dibekali sistem God’s Eye C yang menandai peningkatan serius pada sisi asistensi berkendara.
Ada pula fitur High-Speed Tyre Blowout Stability Control. Sistem ini dirancang untuk membantu menjaga stabilitas mobil saat menghadapi kondisi darurat terkait ban pada kecepatan tinggi.
Kehadiran dua fitur itu memperlihatkan bahwa BYD tidak hanya bermain pada sisi baterai dan tenaga. Mobil ini juga dipersiapkan agar terasa lebih matang dalam urusan keselamatan dan kontrol kendaraan.
Tampilan depan dan belakang ikut berubah
Sebelum debut resmi, BYD sempat memperlihatkan mobil ini di ajang Beijing Auto Show. Dari sana, terlihat bahwa Atto 3 generasi baru mendapat sentuhan desain yang membuat tampilannya lebih segar.
Bagian fascia depan memperoleh lampu yang dibuat lebih tipis. Bumper juga mendapat revisi agar wajah mobil terlihat berbeda dari model sebelumnya.
Perubahan serupa hadir di belakang. Grafis lampu belakang diperbarui, sementara pelek juga tampil dengan desain baru.
Dimensi bodi membesar
Di luar ubahan visual, ukuran bodinya pun ikut berubah. Atto 3 terbaru memiliki panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, dan tinggi 1.675 mm.
BYD menyebut sumbu rodanya 210 mm lebih panjang. Sementara itu, bodinya 20 mm lebih lebar dan 60 mm lebih tinggi dibanding model sebelumnya.
Pembaruan dimensi ini berpotensi memberi dampak pada ruang kabin dan proporsi kendaraan secara keseluruhan. Dengan tubuh yang lebih besar, Atto 3 generasi baru juga tampil lebih percaya diri di segmen SUV listrik.
Relevan untuk pasar Indonesia
Kabar ini juga menarik perhatian untuk Indonesia karena Atto 3 sudah lebih dulu dipasarkan di Tanah Air. Maka, setiap peningkatan pada generasi barunya bisa menjadi pembanding langsung bagi konsumen yang mengikuti perkembangan lini mobil listrik BYD.
Selisih jarak tempuh menjadi sorotan paling mudah. Dari maksimal 480 km pada model yang ada sekarang, Atto 3 terbaru melonjak ke 630 km berdasarkan pengujian CLTC.
Di sisi lain, tenaga 326 dk pada varian tertinggi ikut memperkuat citranya sebagai model yang makin serius. BYD dijadwalkan lebih dulu memperkenalkan Atto 3 generasi baru ini di Tiongkok pada 21 Mei 2026.
Source: kabaroto.com






