Jaringan Gas Jawa Makin Terhubung, Pertagas Pegang Kendali Cisem II Sepanjang 242 Km

Author: Redaksi Android62

Jalur transmisi gas bumi Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur atau Cisem II diposisikan sebagai penghubung penting dalam jaringan energi Pulau Jawa. Pipa sepanjang sekitar 242 kilometer ini akan memperkuat keterhubungan infrastruktur gas yang sudah ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

PT Pertamina Gas atau Pertagas bersiap mengambil alih pengoperasian ruas tersebut setelah memenangkan tender mitra dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui LEMIGAS. Penugasan ini menempatkan Pertagas pada kelanjutan pengelolaan proyek Cirebon-Semarang yang sebelumnya sudah diawali oleh ruas Semarang-Batang atau Cisem I.

Bagi Pertagas, pengalaman mengoperasikan Cisem I sejak 2023 menjadi modal penting untuk mengelola Cisem II. Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring, menilai bekal teknis dan operasional itu membuat perusahaan lebih siap menangani jaringan pipa yang dirancang untuk menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor pengguna nasional.

Indra juga menekankan bahwa ketersediaan infrastruktur gas yang terintegrasi dan andal menjadi bagian dari percepatan transisi energi nasional. Menurut dia, penyaluran energi lewat pipa merupakan solusi bagi kebutuhan industri yang memerlukan sumber energi lebih ramah lingkungan.

Konektivitas antarruas makin kuat

Cisem II tidak berdiri sendiri karena jalur ini sudah terhubung dengan Cisem I di Kawasan Industri Batang. Di sisi lain, pipa tersebut juga tersambung dengan Stasiun Kandang Haur Timur di Jawa Barat yang dikelola Pertagas.

Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, menjelaskan bahwa integrasi itu membentuk sistem jaringan pipa yang lebih terhubung. Kondisi tersebut memberi fleksibilitas operasional sekaligus meningkatkan keandalan infrastruktur gas bumi yang dijalankan perusahaan.

Pertagas juga melihat konektivitas ini sebagai penguat daya dukung jaringan energi di wilayah dengan kebutuhan industri yang besar. Indra menyebut Cisem II sebagai game changer karena tersambung dengan infrastruktur eksisting perusahaan di tiga provinsi tersebut.

Prioritas pasokan untuk sektor strategis

Sinergi jaringan transmisi gas nasional di lingkungan Subholding Gas diarahkan untuk menjaga suplai energi bagi sektor-sektor penting. Kilang, industri pupuk, dan pembangkit listrik menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan jalur transmisi ini.

Di luar kebutuhan industri, fasilitas tersebut juga diproyeksikan mendukung program pemerintah untuk memperluas akses gas bagi rumah tangga dan UMKM di sekitar jalur pipa. Arah pemanfaatan ini dirancang agar manfaat Cisem II tidak berhenti pada urusan distribusi energi semata.

Dengan posisi itu, Cisem II menambah lapisan penting dalam peta energi Pulau Jawa. Jalur ini menghubungkan lebih banyak simpul infrastruktur gas yang sudah ada, sehingga mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor hulu migas.

Bagi wilayah Jawa yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional, kehadiran jaringan yang saling terintegrasi memberi arti strategis tersendiri. Pertagas menempatkan Cisem II bukan hanya sebagai proyek transportasi energi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem yang menopang kebutuhan industri dan layanan publik di sekitarnya.

Berita Terbaru