Pemadaman Bergilir di Jawa Segera Berakhir, Dua Pembangkit Tumbang Picu Defisit Daya

Author: Redaksi Android62

Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dipastikan segera berakhir. Pemerintah menyebut pemulihan total akan terjadi setelah bulan Juni, mengikuti komitmen yang telah disampaikan PLN.

Kepastian itu menjadi perhatian penting bagi kawasan industri dan pelanggan di Jawa yang selama ini terdampak gangguan pasokan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hambatan suplai daya telah mengganggu operasional sejumlah sektor vital.

Dua pembangkit tumbang, beban listrik dibatasi

PLN sebelumnya mengonfirmasi gangguan teknis pada sistem kelistrikan setelah dua unit pembangkit berkapasitas besar mengalami kerusakan operasional. Kondisi itu memicu defisit daya dan menekan kapasitas distribusi energi ke masyarakat.

Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, PLN menerapkan manajemen beban terukur di sejumlah wilayah. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan pasokan listrik di wilayah Jawa masih terkendali, meski pembatasan beban terbatas tetap dilakukan demi menjaga keandalan layanan.

Sejumlah daerah di Jawa ikut terdampak

Pemadaman berdurasi panjang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Wilayah yang terdampak antara lain Demak, Semarang, Solo, Bekasi, Bandung, Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

Situasi itu membuat PLN memprioritaskan percepatan perbaikan fasilitas yang terdampak. PLN juga menggandeng berbagai mitra strategis untuk mempercepat proses pemulihan pasokan listrik di lapangan.

Dampak industri masih dihitung

Airlangga menegaskan bahwa kerugian materiil dan dampak terhadap laju ekonomi nasional masih dalam tahap pengkajian mendalam. Pemerintah belum merinci besaran kerugian yang muncul akibat pemadaman bergilir tersebut.

Fokus utama saat ini adalah memulihkan pasokan agar aktivitas ekonomi kembali normal. Dengan janji normalisasi setelah bulan Juni, perhatian kini tertuju pada kecepatan perbaikan pembangkit dan stabilitas jaringan listrik di wilayah terdampak.

Berita Terbaru