Jaringan PKK Dan Posyandu Jateng Dorong Ekonomi Sirkular, Limbah Rumah Tangga Punya Nilai Lagi

Author: Redaksi Android62

Pengelolaan limbah rumah tangga di Jawa Tengah mulai diarahkan menjadi gerakan yang punya nilai ekonomi, bukan sekadar urusan kebersihan harian. Salah satu fokus utamanya adalah minyak jelantah yang kini masuk dalam skema pengelolaan lebih terstruktur melalui kolaborasi lintas pihak.

TP PKK Provinsi Jawa Tengah dan TP Posyandu Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan PT Biosirkular Inovasi Indonesia serta PT Gapura Mas Lestari untuk memperkuat pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Kesepakatan itu ditandatangani dalam rangkaian peringatan Hari Bumi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Horison Resort Tlogo, Rabu (13/5).

Skema ini menempatkan warga sebagai bagian penting dalam pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan limbah. Dengan begitu, limbah rumah tangga diharapkan tidak berhenti sebagai sisa konsumsi, tetapi bergerak menjadi sumber manfaat ekonomi sekaligus memberi dampak ekologis.

Pendekatan yang dibangun juga bertumpu pada jaringan TP PKK dan TP Posyandu hingga tingkat desa. Jaringan ini dipakai untuk membentuk kebiasaan baru dalam pengelolaan limbah domestik agar partisipasi warga tidak hanya muncul saat ada aksi bersih-bersih.

Ekonomi sirkular dari level rumah tangga

Konsep ekonomi sirkular menjadi inti dari kerja sama tersebut. Dalam pola ini, sumber daya dipakai kembali semaksimal mungkin agar limbah bisa diolah ulang dan memiliki nilai guna.

PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari akan mendukung ekosistem itu melalui sistem pengumpulan, pengelolaan, edukasi masyarakat, dan optimalisasi pemanfaatan limbah rumah tangga. Minyak jelantah menjadi salah satu limbah yang mendapat perhatian khusus dalam kerja sama ini.

Pengelolaan yang jelas dinilai penting agar limbah tidak hanya menumpuk di rumah tangga masing-masing. Dengan dukungan pihak swasta, proses pengumpulan sampai pemanfaatan bisa dibuat lebih rapi dan berkelanjutan.

Direktur PT Biosirkular Inovasi Indonesia, Dicka Dwi Candra, menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah nyata membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Ia menekankan bahwa ekonomi sirkular bukan hanya soal pengelolaan limbah, tetapi juga soal peran masyarakat sebagai bagian dari solusi lingkungan dan penerima manfaat ekonomi berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor yang dibutuhkan

Dari sisi mitra swasta, Direktur PT Gapura Mas Lestari, Heru Fidiyanto, menilai kerja sama lintas sektor semakin penting di tengah meningkatnya tantangan limbah rumah tangga. Ia melihat pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta perlu bergerak bersama agar kesadaran masyarakat tumbuh lebih kuat.

Heru juga menekankan bahwa pendekatan ekonomi sirkular harus dibangun dari level warga. Saat limbah dikelola dengan baik dan punya nilai manfaat, dampaknya disebut akan langsung dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat.

Kerja sama ini membuat TP PKK dan TP Posyandu Jawa Tengah tidak hanya bergerak dalam edukasi sosial. Keduanya juga didorong masuk ke pemberdayaan ekonomi berbasis limbah domestik tanpa meninggalkan tujuan utama pengurangan sampah.

Model kolaborasi tersebut dipandang sebagai contoh kemitraan yang bisa mendukung pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah. Dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta, gerakan ekonomi sirkular diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi praktik yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warga.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru