Jawa Tengah tengah mendorong target sekolah zero perundungan, sementara suara pelajar dari Kota Tegal menyoroti satu hambatan yang masih membuat korban memilih diam: rasa takut saat melapor. Kekhawatiran itu berkaitan dengan intimidasi dan lemahnya jaminan perlindungan identitas bagi pelapor.
Isu tersebut mengemuka dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di wilayah Bergasmalang dan Petanglong. Dalam forum itu, Forum Anak Kota Tegal Bahari menempatkan perlindungan pelajar sebagai kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.
Perlindungan identitas Jadi Kunci
Para anak sekolah menilai perundungan belum berhenti di ruang kelas. Ancaman balasan dan rasa tidak aman ketika bersuara membuat korban cenderung menahan diri, meski masalah terus terjadi di lingkungan sekolah.
Karena itu, jaminan kerahasiaan laporan dan keamanan pelapor menjadi bagian yang dinilai sangat menentukan. Tanpa perlindungan yang jelas, upaya mendorong korban untuk berani bicara akan sulit berjalan kuat di tingkat sekolah.
Suara Anak Masuk Forum Pembangunan
Forum Anak Kota Tegal Bahari hadir sebagai representasi pelajar dalam forum pembangunan daerah. Kehadiran mereka memberi penekanan bahwa pembahasan sekolah aman tidak cukup hanya berhenti pada kebijakan, tetapi juga perlu menyerap pengalaman langsung anak di lapangan.
Dalam konteks itu, aspirasi yang dibawa ke forum pembangunan memperlihatkan bahwa sekolah aman bukan sekadar slogan. Bagi para pelajar, ruang belajar yang benar-benar aman harus memberi kepastian bahwa laporan perundungan tidak justru menempatkan korban pada risiko baru.
Tekanan Agar Sekolah Responsif
Target sekolah bebas perundungan menuntut respons yang konsisten dari lingkungan pendidikan. Selama intimidasi masih dianggap sebagai risiko bagi pelapor, pencegahan bullying akan sulit berjalan efektif di tingkat sekolah.
Dorongan ini juga menunjukkan bahwa isu perlindungan pelajar sudah masuk ke ruang pembahasan pembangunan daerah. Dengan begitu, perhatian pada keamanan korban dan kerahasiaan identitas bukan lagi pelengkap, melainkan syarat utama agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi murid.
Source: zonapasar.com






