Jawa Tengah Masih Di Peringkat 26 Kegemaran Membaca, Nawal Ingin Kejar Lagi Posisi Dua

Author: Redaksi Android62

Jawa Tengah masih harus mengejar lagi posisi yang pernah diraihnya dalam kegemaran membaca. Saat ini, Tingkat Kegemaran Membaca Jawa Tengah berada di peringkat 26 nasional dengan skor 57,11, sehingga target untuk kembali ke jalur atas menjadi perhatian serius.

Dorongan itu mengemuka ketika Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, berkunjung ke Perpusda Kudus. Dari kunjungan tersebut, tampak bahwa perpustakaan daerah kembali dipandang sebagai ruang penting untuk memperkuat budaya baca di tengah masyarakat.

Peringkat yang pernah lebih tinggi

Nawal mengingatkan bahwa Jawa Tengah pernah berada di peringkat dua dalam tingkat kegemaran membaca. Catatan itu menjadi pembanding yang kuat bagi posisi saat ini dan sekaligus memunculkan harapan agar capaian serupa dapat diraih kembali.

Harapan itu tidak lepas dari kebutuhan memperkuat gerakan literasi di daerah. Upaya tersebut dinilai penting agar kebiasaan membaca tumbuh lebih kuat dan tidak berhenti pada capaian administratif semata.

Perpusda Kudus sebagai titik perhatian

Kunjungan ke Perpusda Kudus menegaskan bahwa fasilitas literasi daerah punya peran yang besar. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mendekatkan masyarakat dengan aktivitas literasi.

Dengan fungsi seperti itu, perpustakaan daerah dapat membantu membangun kebiasaan membaca dari lingkungan terdekat masyarakat. Karena itu, perhatian pada Perpusda Kudus menjadi bagian dari dorongan yang lebih luas untuk menguatkan budaya literasi.

Gambaran dua indikator literasi

Posisi Jawa Tengah juga terlihat dari dua ukuran yang berbeda. Selain Tingkat Kegemaran Membaca yang berada di peringkat 26, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Jawa Tengah tercatat berada di posisi 11.

Dua indikator ini memberi gambaran yang tidak sama, tetapi saling melengkapi. Tingkat Kegemaran Membaca menunjukkan kebiasaan membaca masyarakat, sedangkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat menggambarkan pembangunan literasi secara lebih luas.

Perbedaan posisi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan literasi di Jawa Tengah masih panjang. Di satu sisi, kebiasaan membaca perlu terus didorong, dan di sisi lain, ekosistem literasi masyarakat juga masih harus diperkuat.

Dorongan dari daerah untuk naik peringkat

Target untuk kembali menempati posisi dua menjadi salah satu arah yang ingin dikejar dalam gerakan literasi di Jawa Tengah. Dorongan itu menempatkan daerah sebagai bagian penting dalam usaha memperbaiki capaian provinsi.

Kondisi saat ini memang menunjukkan Jawa Tengah masih tertinggal dari capaian terbaik nasional. Namun, perhatian yang diberikan saat kunjungan ke Perpusda Kudus memperlihatkan bahwa penguatan literasi tetap menjadi agenda yang serius.

Source: zonapasar.com
Berita Terbaru