Pertunjukan paruh waktu final Piala Dunia 2026 berlangsung selama 27 menit dan 19 detik, jauh melampaui jeda 15 menit yang lazim dalam pertandingan resmi FIFA menurut IFAB. Durasi tersebut menjadikan laga antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, sebagai panggung hiburan berskala besar di tengah pertandingan.
Madonna menjadi salah satu pusat perhatian dalam segmen itu dengan membawa atmosfer klub malam era 1980-an ke lapangan. Penampilan penyanyi berusia 67 tahun tersebut menciptakan kontras dengan suasana sepak bola yang sebelumnya didominasi permainan kedua finalis.
Jeda pertandingan memicu perdebatan
Format pertunjukan paruh waktu tersebut disebut memunculkan kontroversi bagi FIFA karena dianggap mengubah struktur pertandingan turnamen. Acara itu juga disertai jeda minum yang membagi setiap babak menjadi dua interval, menyerupai pola yang dikenal dalam olahraga Amerika.
Chris Martin dari Coldplay disebut sebagai kurator pertunjukan tersebut. Sejumlah musisi internasional dilibatkan, sementara kehadiran legenda sepak bola memberi penanda bahwa acara itu tetap terkait dengan identitas Piala Dunia.
| Nama | Peran | Penampilan yang Disebutkan |
|---|---|---|
| Madonna | Penampil utama | Membawakan “Music” |
| Ronaldo | Tamu spesial | Masuk dengan kereta golf |
| Ronaldinho | Tamu spesial | Masuk dengan kereta golf |
| Justin Bieber | Penampil musik | Versi akustik “Everything Hallelujah” |
| Shakira dan Burna Boy | Penampil musik | Membawakan “Dai, Dai” |
Ronaldo dan Ronaldinho hadir setelah babak pertama
Kemunculan Ronaldo dan Ronaldinho terjadi ketika babak pertama berakhir dengan kedudukan 0-0. Dua mantan ikon Selecao itu memasuki stadion menggunakan kereta golf dan mendapat sambutan meriah dari penonton.
Kehadiran keduanya memperkuat unsur sepak bola dalam pertunjukan yang dihuni banyak nama dari industri musik. Penampilan itu berlangsung ketika Spanyol dan Argentina masih berusaha mencari gol pembuka dalam final.
Menurut Kompas.com, Madonna termasuk penampil utama dalam pertunjukan paruh waktu final Piala Dunia FIFA pertama tersebut. Justin Bieber, BTS, Shakira, dan Burna Boy juga tercantum dalam deretan musisi yang dilibatkan pada acara 19 Juli itu.
Konsep Danceteria dan lagu nostalgia
Madonna memilih membawakan “Music”, singel yang pernah mencapai posisi nomor satu Billboard Hot 100 pada 2000. Pilihan tersebut diambil meski ia baru merilis album Confessions II pada 3 Juli.
Lagu “Music” dibawakan dengan iringan seorang DJ dan disesuaikan dengan konsep visual bernuansa Danceteria. Danceteria dikenal sebagai klub malam dari era 1980-an, sehingga tema nostalgia menjadi elemen utama pertunjukan Madonna.
Busana Madonna menonjol di tengah dominasi pakaian olahraga di tribun dan lapangan. Ia mengenakan bra perak berpotongan rendah, korset renda merah muda transparan, serta celana pendek sutra merah muda.
Penampilannya dilengkapi stoking setinggi paha berhias renda, sepatu bot kulit bertali ungu, jaket bomber ungu, dan sarung tangan. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian dari gaya panggungnya ketika tampil di Stadion MetLife.
Rangkaian penampil musik
Setelah Madonna menyelesaikan segmennya, Justin Bieber tampil dengan versi akustik “Everything Hallelujah”. Shakira dan Burna Boy kemudian membawakan “Dai, Dai”, yang disebut sebagai lagu resmi Piala Dunia.
Perpaduan musik, konsep klub malam, serta kemunculan Ronaldo dan Ronaldinho membuat jeda pertandingan mengambil porsi lebih panjang dari kebiasaan sepak bola. Final Spanyol melawan Argentina pun menjadi latar bagi format hiburan yang berbeda dari jeda pertandingan pada umumnya.
