Jejak Kaki Basah Bisa Jadi Sinyal Kucing Mulai Kepanasan, Begini Tandanya

Author: Redaksi Android62

Kucing tidak selalu terlihat berkeringat, tetapi bukan berarti tubuhnya tidak membuang panas sama sekali. Tanda yang paling sering lolos dari perhatian justru muncul di bantalan kaki, saat permukaan itu meninggalkan jejak basah kecil di lantai atau furnitur.

Kondisi ini sering disalahpahami karena bulu kucing tidak tampak lembap seperti pada manusia. Padahal, keringat pada kucing memang ada, hanya saja jumlahnya terbatas dan letaknya tidak menyebar di seluruh tubuh.

Keringat kucing muncul di area tertentu

Kucing punya kelenjar keringat, tetapi letaknya tidak merata. Keringat terutama keluar dari bagian tanpa bulu, terutama bantalan kaki, sehingga bulunya tidak terlihat basah oleh keringat.

Saat suhu naik atau kucing merasa stres, bantalan kaki bisa menjadi tempat keluarnya keringat. Karena itu, jejak kaki yang agak basah di lantai, tempat tidur, atau furnitur sering menjadi petunjuk paling mudah.

Bulu yang terasa lembap tidak selalu berasal dari keringat. Kondisi itu juga bisa terjadi karena air liur saat kucing menjilati tubuhnya sendiri untuk membersihkan diri.

Setiap kucing bisa berkeringat, tetapi tidak sama banyak

Menurut PetMD, semua kucing berkeringat sampai taraf tertentu. Namun, jumlahnya berbeda-beda pada tiap kucing dan dipengaruhi oleh kondisi tubuh serta lingkungannya.

Kucing berbulu panjang disebut lebih mudah berkeringat dibanding kucing berbulu pendek. Kucing ras berwajah datar seperti Persia dan Burma juga cenderung lebih mudah kepanasan, sehingga lebih mungkin menunjukkan tanda keringat.

Lingkungan ikut berperan besar. Kucing rumahan yang hidup di suhu terkontrol biasanya tidak sering berkeringat karena tubuhnya tidak terlalu sering terpapar panas.

Berkeringat hanya salah satu cara mendinginkan diri

Saat tubuh mulai terlalu panas, keringat dari bantalan kaki membantu memberi efek dingin. Meski begitu, kemampuan pendinginannya terbatas karena area bantalan kaki hanya mencakup sebagian kecil permukaan tubuh.

Kucing juga memakai cara lain untuk menjaga suhu tetap aman. Salah satunya adalah menjilati tubuhnya sendiri, lalu panas ikut turun ketika air liur menguap.

Stres dan kecemasan juga dapat memicu keringat. Perjalanan ke dokter hewan, misalnya, bisa membuat kucing berkeringat selain saat tubuhnya memang sedang kepanasan.

Tanda kucing mulai kepanasan yang perlu diperhatikan

Jejak kaki basah memang menjadi tanda yang paling mudah diamati, tetapi bukan satu-satunya. Kucing yang kepanasan biasanya tampak lesu, nafsu makannya menurun, dan energinya turun drastis.

Dalam kondisi tertentu, kucing juga bisa minum lebih banyak air. Jika situasinya makin serius, kucing dapat terengah-engah dan mengeluarkan air liur.

Kucing umumnya nyaman pada suhu hingga 100 derajat Fahrenheit atau sekitar 37 derajat Celsius. Suhu tubuh normal kucing berada di sekitar 101 derajat, dan pada 104 derajat kucing dapat mengalami serangan panas.

Serangan panas dapat disertai diare, muntah, lidah dan gusi berwarna merah terang, hingga kejang. Jika tanda-tanda itu muncul, kucing perlu segera dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk atau dibawa ke dokter hewan.

Perilaku kucing saat mencari tempat yang sejuk

Ketika udara terasa panas, kucing sering memilih berbaring di lantai atau bak mandi kosong. Permukaan yang sejuk membantu tubuhnya terasa lebih nyaman dibanding karpet atau kasur.

Pada cuaca panas, kucing juga bisa mengalami kerontokan bulu lebih banyak. Menyikat bulunya dapat membantu proses itu sekaligus menjaga kedekatan dengan hewan peliharaan.

Terengah-engah kadang muncul ketika kucing berusaha membuang panas lewat penguapan air liur. Ini menunjukkan bahwa tubuh kucing menggunakan beberapa cara sekaligus untuk mempertahankan suhu yang aman.

Keringat kucing tidak berbau tajam

Keringat kucing umumnya tidak menimbulkan aroma menyengat dan biasanya tidak tercium bau apa pun. Keringat ini berbeda dari keringat manusia dan terkonsentrasi di bantalan kaki serta dagu.

Kucing juga memiliki kelenjar aroma lain untuk komunikasi dan menandai wilayah. Aroma dari kelenjar ini bisa lebih terasa saat kucing stres atau saat ia merasa senang.

Jika tubuh kucing mengeluarkan bau menyengat atau bau tidak sedap, pemeriksaan ke dokter hewan penting dilakukan. Kondisi seperti itu bisa menandakan masalah kesehatan, bukan keringat biasa.

Source: www.idntimes.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru