Jejak Wismoyo Kembali Dihidupkan, KONI Dorong Olahraga Indonesia Bermimpi Lebih Besar

Warisan Jenderal TNI Purn Dr. H. Wismoyo Arismunandar kembali menjadi pusat perhatian KONI Pusat ketika semangat disiplin, kehormatan, dan mental juang untuk olahraga nasional kembali digaungkan. Melalui haul memperingati lima tahun wafatnya, KONI menegaskan bahwa gagasan besar yang pernah diperjuangkan almarhum belum berhenti dan masih terus didorong.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menilai nilai-nilai yang dibawa Wismoyo tetap cocok menjadi pegangan pembinaan olahraga Indonesia. Ia menyebut pesan dalam Mars Patriot Olahraga sebagai gambaran kuat dari karakter almarhum, termasuk kalimat yang paling sering diingat, “Disiplin adalah nafasku”.

Marciano juga menegaskan bahwa kehormatan selalu ditempatkan sebagai hal utama dalam cara berpikir dan bertindak Wismoyo. Menurut dia, perjuangan yang dijalankan KONI saat ini merupakan kelanjutan dari cita-cita yang belum sempat selesai ketika almarhum masih hidup.

Dalam pandangan KONI, semangat itu tidak berdiri sendiri. Marciano mengaitkannya dengan Asta Cita keempat Presiden RI Prabowo Subianto yang memberi perhatian besar pada peningkatan prestasi olahraga nasional.

Mars Patriot dan dorongan untuk bermimpi besar

Nama Wismoyo juga lekat dengan Mars Patriot Olahraga yang ia ciptakan. Salah satu bagian yang paling dikenal, “Biar Mata Dunia Memandang Indonesia, Kita Dahsyat dan Perkasa”, kembali dijadikan pengingat bahwa olahraga Indonesia perlu berani memasang target tinggi.

Marciano menilai lirik tersebut masih relevan untuk menjaga keberanian bermimpi besar. Selain itu, nilai kesetiaan, disiplin, dan kehormatan terus dipandang sebagai warisan moral yang tidak mudah pudar.

Saat berkunjung ke kediaman almarhum di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, Marciano menegaskan bahwa Wismoyo tetap menjadi rujukan dalam pembinaan prestasi. Ia juga menyebut kata-kata dalam Mars Patriot lahir dari arahan Wismoyo kepada satuan-satuan dan atlet-atlet.

Pandangan keluarga tentang pilihan hidup Wismoyo

Istri almarhum, Siti Hardjanti, menyambut hangat perhatian yang masih diberikan KONI Pusat. Ia mengenang momen ketika suaminya diminta memilih antara menjadi duta besar atau memimpin KONI setelah pensiun dari militer.

Menurut Siti, Wismoyo memilih jalan yang paling sesuai dengan jiwanya sebagai prajurit. Ia menilai kehidupan suaminya memang selalu dekat dengan lapangan, sehingga memimpin atlet terasa lebih sejalan dengan panggilan hidupnya.

Siti juga menilai Wismoyo menanamkan mental petarung kepada para atlet Indonesia. Pesan itu, kata dia, penting agar atlet mampu bersaing di level internasional dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan.

Ia menambahkan bahwa atlet harus memiliki jiwa korsa yang kuat, bersatu, dan tetap gembira untuk meraih hasil terbaik. Dari pandangan itu terlihat bahwa pembinaan Wismoyo tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga karakter.

Jejak hasil yang pernah ditinggalkan

Warisan Wismoyo juga tercermin dari capaian Indonesia pada masa kepemimpinannya melalui program Garuda Emas. Dalam periode tersebut, Indonesia mencatat sejumlah hasil penting di ajang internasional dan regional.

Beberapa capaian yang tercatat antara lain SEA Games XVII Chiang Mai 1995 dengan peringkat 2, Olimpiade Atlanta 1996 dengan peringkat 41, dan SEA Games XIX Jakarta 1997 dengan peringkat 1. Indonesia juga meraih peringkat 11 di Asian Games Bangkok 1998 serta peringkat 3 di SEA Games Brunei 1999.

Rangkaian prestasi itu berlanjut pada Olimpiade Sydney 2000 dengan peringkat 37, SEA Games Kuala Lumpur 2001 dengan peringkat 3, dan Asian Games Busan 2002 dengan peringkat 14. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa masa kepemimpinan Wismoyo memberi fondasi penting bagi perjalanan olahraga Indonesia.

Penghormatan kepada almarhum juga sempat diberikan KONI Pusat lewat KONI Lifetime Achievement Award. Penghargaan itu diserahkan kepada Siti Hardjanti pada 19 Mei 2025 sebagai bentuk pengakuan atas jasa besarnya bagi olahraga nasional.

Sekretaris Jenderal PB PABSI Mayjen TNI Mar Purn Djoko Pramono turut menyampaikan kesan mendalam tentang Wismoyo. Ia mengaku banyak belajar dari kepemimpinan almarhum yang dinilai tidak membeda-bedakan orang dan memberi teladan langsung dalam sikap maupun kerja.

Rangkaian penghormatan itu menunjukkan bahwa nama Wismoyo masih menempati tempat khusus di hati insan olahraga Indonesia. Semangat, disiplin, dan keyakinan untuk membuat Indonesia disegani di panggung dunia tetap dijaga dalam langkah pembinaan prestasi nasional.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait