Setiap pembelian Jersei Pramusim 2026 Persebaya akan disertai kartu koleksi eksklusif bergambar Eri Irianto. Kartu tersebut menjadi penghormatan personal bagi sosok yang dikenang sebagai lambang loyalitas dan pengabdian kepada klub.
Persebaya Surabaya meluncurkan jersei pramusim musim 2026/2027 pada Kamis, 16 Juli 2026. Produk hasil kerja sama dengan Aza itu menjadi bagian dari rangkaian perlengkapan yang akan digunakan skuad Green Force, termasuk di Piala Presiden 2026.
Memori Era Klasik Persebaya
Jersei ini mengambil inspirasi dari desain Persebaya pada era 1998 hingga 2000. Periode tersebut memiliki makna khusus karena Eri Irianto menjadi salah satu pilar tim pada masa itu.
Nuansa retro sengaja dipadukan dengan kebutuhan penggunaan masa kini. Persebaya tidak hanya menghadirkan kembali tampilan lama, tetapi juga menempatkan nilai perjuangan sebagai pesan utama di balik produk tersebut.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Peluncuran | Kamis, 16 Juli 2026 |
| Inspirasi desain | Jersei Persebaya era 1998–2000 |
| Penghormatan | Eri Irianto |
| Pelengkap pembelian | Kartu koleksi eksklusif bergambar Eri Irianto |
Senior Manager Brand Aza dan Persebaya Store, Arif Rahman Hakim, menyatakan desain klasik itu membawa tujuan yang lebih luas. Menurutnya, jersei tersebut dimaksudkan untuk menghidupkan kembali ingatan pendukung terhadap Eri Irianto.
“Jersei ini tidak hanya menghadirkan kembali desain klasik Persebaya. Kami ingin menghidupkan kembali memori tentang Eri Irianto, sosok yang menjadi simbol loyalitas dan pengabdian kepada klub,” ujar Hakim pada Kamis, 16 Juli 2026.
Material Modern untuk Aktivitas Pendukung
Di balik gaya retro, jersei ini menggunakan material modern yang ringan dan nyaman. Produk tersebut dilengkapi teknologi quick dry serta anti-bau untuk mendukung penggunaan saat beraktivitas maupun ketika menyaksikan pertandingan di stadion.
Kehadiran teknologi tersebut membuat jersei tidak berhenti sebagai barang koleksi bernuansa sejarah. Persebaya dan Aza juga menyiapkannya sebagai pakaian yang dapat digunakan pendukung dalam keseharian.
Jejak Eri Irianto di Lapangan
Eri Irianto memperkuat Persebaya pada rentang 1998 sampai 2000 sebagai gelandang bertahan. Ia dikenal memiliki permainan penuh determinasi, berani berduel, dan tidak mudah menyerah saat membela Bajul Ijo.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Periode bersama Persebaya | 1998 hingga 2000 |
| Posisi | Gelandang bertahan |
| Karakter bermain | Determinatif, berani dalam duel, pantang menyerah |
| Nilai yang dikenang | Loyalitas dan pengabdian |
Perjalanan Eri bersama Persebaya berakhir pada 3 April 2000 ketika ia membela tim menghadapi PSIM Yogyakarta. Dalam pertandingan Divisi Utama di Stadion Gelora 10 November Surabaya, ia kolaps di lapangan sebelum sempat mendapat penanganan medis.
Eri kemudian meninggal dunia dan namanya terus melekat dalam sejarah Persebaya Surabaya. Bagi Bonek dan Bonita, peluncuran jersei ini menjadi pengingat bahwa sejarah klub juga dibentuk oleh perjuangan para pemainnya.
Source: www.beritasatu.com






