Jetour semakin dekat membawa dua SUV plug-in hybrid ke Indonesia, dan keduanya sudah tercatat resmi dalam data pemerintah. Menariknya, model T1 PHEV dibekali NJKB Rp 205 juta, lebih rendah dari T2 PHEV yang tercatat Rp 316 juta.
Perbedaan angka itu memberi sinyal bahwa Jetour sedang menyiapkan dua produk dengan posisi pasar yang berbeda. Meski sama-sama memakai teknologi PHEV dan sama-sama baru, T1 tampak disiapkan sebagai opsi yang lebih terjangkau dibanding T2.
Kehadiran dua nama sekaligus ini juga menunjukkan arah baru Jetour di Indonesia. Selama ini, lini yang dipasarkan masih bertumpu pada Dashing, X70 Plus, dan T2 bermesin bensin, tetapi perusahaan sudah menegaskan rencana menghadirkan produk ramah lingkungan tahun ini.
Dua model sudah tercatat di dokumen pemerintah
Bocoran paling kuat datang dari Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 11 Tahun 2026. Dalam dokumen itu, Jetour tercatat mendaftarkan T2 PHEV 1.5TD 3 DHT (4X2) dan T1 PHEV 1.5 TD-IDHT (4X2).
Keduanya sama-sama membawa teknologi plug-in hybrid, tetapi nilai jual kendaraannya tidak sama. T2 PHEV tercantum dengan NJKB Rp 316 juta, sedangkan T1 PHEV berada di angka Rp 205 juta.
Selisih itu membuat T1 terbaca berada di bawah T2 dari sisi posisi produk. Jetour tampaknya tidak hanya menyiapkan satu SUV elektrifikasi, melainkan dua model sekaligus untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda.
Harga resmi belum bisa disimpulkan dari NJKB
Meski angka NJKB sudah muncul, nilai tersebut belum bisa dianggap sebagai harga jual akhir di diler. NJKB belum memasukkan komponen biaya lain seperti pajak, sehingga banderol resminya hampir pasti akan lebih tinggi.
Karena itu, angka Rp 205 juta untuk T1 dan Rp 316 juta untuk T2 lebih tepat dibaca sebagai petunjuk awal. Data tersebut tetap penting karena memberi gambaran kasar tentang jarak posisi antara dua model baru Jetour ini.
Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa Jetour mulai memperluas portofolio produk di Indonesia. Pembeli SUV nantinya akan mendapat pilihan yang lebih beragam, dari mesin bensin sampai teknologi listrik yang masih dapat diisi ulang.
T2 PHEV disiapkan hadir lebih dulu
Dari sisi jadwal, Jetour sudah memberi sinyal yang lebih jelas untuk T2 PHEV. Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia Moch. Ranggy Radiansyah menyebut model itu akan hadir pada semester dua 2026.
Ranggy juga menyinggung soal kekhawatiran jarak tempuh atau range anxiety yang sering muncul pada kendaraan listrik. Menurut dia, PHEV atau i-DM dari T2 akan menjadi jawaban karena mobil tetap bisa mengandalkan mesin bensin saat baterai tidak mencukupi.
Pendekatan itu memberi fleksibilitas bagi pengguna harian maupun perjalanan jauh. Saat baterai terisi penuh, PHEV dapat menempuh jarak ekstra tanpa bantuan bensin.
Jaringan diler ikut dipersiapkan
Persiapan Jetour tidak berhenti pada produk baru. Perusahaan juga menyiapkan jaringan diler menjelang kehadiran PHEV di Indonesia, termasuk wacana penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di outlet resmi.
Jetour juga menyoroti kesiapan teknis, alat, dan berbagai aspek lain sebelum peluncuran. Fokusnya disebut tetap pada penyesuaian produk dengan kebutuhan konsumen di pasar Indonesia.
Di sisi lain, T2 PHEV juga diposisikan sebagai bagian dari dukungan terhadap komitmen elektrifikasi pemerintah. Dengan dua model, dua segmen, dan dua angka NJKB yang berbeda, Jetour tampak sedang menata fondasi baru untuk pasar Indonesia.







