John Herdman Punya Banyak Opsi Serang, Rafael Struick Kian Sulit Masuk Timnas Indonesia

John Herdman kembali menunjukkan bahwa persaingan di lini depan Timnas Indonesia berjalan tanpa ruang aman bagi siapa pun. Dalam pemusatan latihan di Jakarta pada 26 hingga 30 Mei 2026, Rafael Struick tidak masuk daftar 23 pemain yang dipanggil, sehingga peluangnya untuk agenda terdekat Garuda kembali mengecil.

Keputusan itu memperlihatkan bahwa Herdman memilih bergerak dengan banyak opsi di sektor serang. Sejumlah nama lain justru mendapat tempat, sementara Struick lagi-lagi harus menunggu kesempatan berikutnya untuk kembali masuk dalam radar tim nasional.

Pilihan Herdman di lini serang makin beragam

Daftar pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan memperlihatkan arah yang cukup jelas dari staf pelatih. Herdman memasukkan Eksel Runtukahu, Jens Raven, Rizky Eka Pratama, dan Hokky Caraka sebagai bagian dari opsi di lini depan.

Kehadiran nama-nama tersebut membuat persaingan antarpemain depan semakin ketat. Herdman tampaknya tidak ingin bertumpu pada satu pola serangan saja, melainkan membangun komposisi yang bisa memberi variasi dalam permainan Timnas Indonesia.

Dengan banyaknya kandidat di posisi yang sama, setiap pemain dituntut tampil stabil. Kesempatan di pemusatan latihan pun menjadi tahap penting untuk membuktikan bahwa mereka layak dipertahankan dalam proyek menuju Piala AFF 2026.

Performa Struick belum memberi alasan kuat

Salah satu faktor yang membuat Rafael Struick belum kembali dipanggil berkaitan dengan performanya bersama Dewa United. Dalam enam pertandingan terakhir, ia memang selalu mendapat menit bermain, tetapi belum mampu mencetak gol.

Catatan itu menjadi sorotan karena kontribusi di level klub kerap menjadi tolok ukur utama dalam seleksi tim nasional. Meski sempat mendapat kesempatan tampil secara konsisten, Struick belum menunjukkan output yang cukup kuat untuk mengamankan posisinya.

Secara keseluruhan, Struick telah tampil dalam 16 pertandingan dengan total 482 menit bermain. Angka tersebut menunjukkan bahwa kesempatan tetap terbuka di klub, tetapi peluang itu sejauh ini belum berubah menjadi kontribusi yang lebih meyakinkan.

Situasi seperti ini membuat Struick harus menjawab keraguan melalui penampilan yang lebih efektif. Dalam persaingan ketat seperti sekarang, produktivitas dan konsistensi menjadi dua hal yang sulit diabaikan oleh staf pelatih.

Persiapan menuju Piala AFF 2026

Pemusatan latihan di Jakarta menjadi bagian awal dari persiapan menuju Piala AFF 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, sehingga tahap seleksi dan pembentukan skuad dilakukan lebih dini.

Langkah itu memberi ruang bagi Herdman untuk menilai siapa saja pemain yang paling siap tampil di level kompetitif. Kesiapan sejak awal menjadi penting karena tim membutuhkan fondasi yang solid sebelum masuk ke turnamen utama.

Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang playoff Brunei melawan Timor Leste. Komposisi grup ini menuntut kedalaman skuad yang cukup kuat, terutama di sektor depan yang sering menentukan hasil pertandingan.

Dalam kondisi tersebut, keputusan pemain yang dipanggil menjadi bagian dari strategi besar tim. Herdman tampaknya ingin memastikan bahwa hanya penyerang yang benar-benar siap yang akan dibawa untuk menghadapi tekanan di fase grup.

Bagi Rafael Struick, keadaan ini belum menutup pintu sepenuhnya. Namun, jalannya untuk kembali masuk ke daftar pilihan Herdman kini jelas lebih berat dan akan sangat bergantung pada kemampuan dirinya memberi kontribusi yang lebih nyata bersama klub.

Source: www.suara.com
Berita Terkait