Usai Final Dramatis, Scaloni Pertimbangkan Tinggalkan Argentina pada Desember

Lionel Scaloni membuka kemungkinan mengakhiri tugasnya sebagai pelatih tim nasional Argentina pada Desember 2026. Pernyataan itu muncul setelah Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia usai kalah dari Spanyol di final.

Pelatih berusia 48 tahun tersebut menyatakan masih akan memimpin Albiceleste hingga Desember sebelum mengambil keputusan akhir. Masa depannya kini akan bergantung pada evaluasi pribadi serta pembicaraan dengan federasi sepak bola Argentina atau AFA.

“Saya akan melanjutkan sebagai pelatih Argentina hingga Desember… lalu mungkin saya akan berhenti,” kata Scaloni, seperti dikutip bola.kompas.com dari Fox Sports. Ucapan itu menandai ketidakpastian baru bagi Argentina setelah perjalanan panjang bersama pelatih yang membawa tim tersebut menjadi juara dunia.

Kekalahan Final yang Menentukan

Argentina tumbang 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat hingga masa tambahan waktu.

AspekDetail
Final Piala Dunia 2026Argentina 0-1 Spanyol
Pencetak golFerran Torres, menit ke-106
Pemberi assistNico Williams
Lokasi pertandinganStadion New York New Jersey

Nico Williams memberikan assist untuk gol Torres yang mengakhiri peluang Argentina mempertahankan trofi. Hasil itu terasa berat karena Argentina dinilai tampil mengesankan sepanjang turnamen, tetapi gagal menutup perjalanan dengan gelar.

Scaloni tidak menyatakan keputusan mundur telah final. Namun, ia menegaskan perlunya waktu untuk menilai apakah dirinya masih memiliki kesiapan yang cukup untuk meneruskan proyek bersama Argentina.

Pembicaraan dengan AFA

Langkah berikutnya yang akan ditempuh Scaloni adalah berbicara dengan presiden AFA. Ia menilai kelanjutan pekerjaannya tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa setelah turnamen besar seperti Piala Dunia.

“Saya akan berbicara dengan presiden [federasi sepak bola],” ujar Scaloni. Ia juga mengaku tidak pernah membayangkan akan mencapai situasi seperti yang sedang dihadapinya saat ini.

“Saya percaya adil jika saya dapat meluangkan waktu untuk memikirkan hal ini. Saya tidak pernah menyangka akan sampai ke titik ini dan ini luar biasa,” jelasnya.

Menurut Scaloni, tantangan melatih tim nasional bukan semata menyusun strategi atau mengejar hasil pertandingan. Ia juga menyoroti pekerjaan besar untuk membangun kembali suasana dan kekompakan skuad yang telah terbentuk.

“Untuk melanjutkan, Anda membutuhkan banyak hal: mengatur ulang pikiran Anda, memulai kembali, menciptakan kelompok seperti ini lagi — itu sangat sulit,” tandas Scaloni. Penilaiannya menunjukkan bahwa kekalahan di final bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan masa depannya.

Masa Depan Messi Turut Menjadi Perhatian

Ketidakpastian di kursi pelatih Argentina juga membuat masa depan Lionel Messi kembali disorot. Messi belum menentukan apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya bersama tim nasional.

Scaloni tetap percaya Messi akan terus membela Argentina selama sang pemain belum memilih untuk pensiun. Pelatih itu tidak memandang usia Messi yang telah mencapai 39 tahun sebagai alasan untuk meragukan kontribusinya.

“Bagi saya sudah sangat jelas bahwa dia akan terus bermain sampai dia memutuskan untuk berhenti,” kata Scaloni. Keputusan mengenai kelanjutan karier internasional Messi sepenuhnya berada di tangan pemain tersebut.

Scaloni juga memuji penampilan Messi selama Piala Dunia 2026 meski Argentina harus pulang tanpa gelar. “Saya harap semua orang merasa bangga padanya, atas apa yang telah dia raih, karena dia adalah pemain sepak bola terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan,” ujarnya.

Pembicaraan Scaloni dengan AFA akan menjadi tahap penting bagi arah Argentina setelah final tersebut. Sementara itu, keputusan mengenai masa depan pelatih dan Messi masih menunggu langkah masing-masing.

Source: bola.kompas.com
Berita Terkait