Jonathan Frizzy Cerita Sel 70 Orang dan Makanan yang Disebut Dimakan Tikus

Jonathan Frizzy mengungkap pengalaman yang paling membekas selama menjalani penahanan, termasuk ketika melihat makanan yang akan dibagikan disebut telah dimakan tikus. Aktor itu mengatakan dirinya memilih tidak menyantap makanan tersebut dan hanya bisa menangis.

Pengalaman itu disampaikan Jonathan Frizzy saat berbincang di podcast Billy’s Coffee Table, sebagaimana dikutip hot.detik.com. Ia menjalani penahanan dalam perkara vape yang mengandung obat keras etomidate.

Menurut Jonathan, persoalan makanan bukan satu-satunya tekanan yang ia hadapi di dalam tahanan. Kondisi ruang sel yang padat dan akses fasilitas dasar yang terbatas turut membuat kesehariannya berlangsung berat.

Makanan dan kondisi sel yang membekas

Jonathan mengaku menyaksikan tikus masuk ke area penyimpanan makanan sebelum makanan itu dibawa masuk untuk dikonsumsi para tahanan. Kejadian tersebut membuatnya enggan makan.

“Tuh lihat di depan, lagi dimakanin tikus. Terus dibawa masuk, mereka makan. Aku gak makan, cuma aku nangis,” kata Jonathan. Pengakuan itu menggambarkan tekanan emosional yang ia alami selama masa penahanan.

Ia juga menceritakan situasi di dalam sel yang dihuni puluhan orang dalam satu ruangan. Kepadatan tersebut membuat ruang pribadi dan ruang untuk beristirahat sangat terbatas.

Jonathan menyebut para penghuni harus menyesuaikan posisi tidur karena tidak semua orang memperoleh tempat untuk berbaring secara normal. Ia menggambarkan tiga posisi yang digunakan saat waktu istirahat tiba.

“Tidurnya, tiduran tidur posisi yang pertama. Yang posisi kedua tiduran duduk. Posisi ketiga tiduran berdiri. Karena nggak ada tempat sudah,” ujar Jonathan. Keterangan itu menyoroti keterbatasan ruang yang ia rasakan selama berada di sel.

Satu kamar mandi untuk sekitar 70 orang

Keterbatasan juga terjadi pada fasilitas kebersihan dan toilet. Jonathan mengatakan sekitar 70 orang harus menggunakan satu kamar mandi.

Situasi tersebut membuat kebutuhan mandi maupun buang air sulit dipenuhi. Ia menggambarkan kondisi itu sebagai pengalaman yang sangat berat.

“Tujuh puluh orang, kamar mandi satu satu saja. Itu aku gak bisa mandi, gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa buang apa semuanya gak bisa di sana. Gila ini neraka apa yang Tuhan kasih sih gitu,” kenangnya. Cerita tersebut menunjukkan sanitasi menjadi persoalan besar di samping kepadatan sel.

PeristiwaWaktuKeterangan
Terseret perkara hukumMei 2025Perkara vape yang mengandung etomidate.
Putusan pengadilan22 Oktober 2025Vonis delapan bulan penjara dari Pengadilan Negeri Tangerang.
Bebas dari penjara7 Januari 2026Mendapat program Cuti Bersyarat dari Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.

Perkara dan masa pembebasan

Perkara yang menjerat Jonathan Frizzy bermula pada Mei 2025 terkait penyalahgunaan vape dengan kandungan etomidate. Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang kemudian menyatakan ia bersalah pada 22 Oktober 2025.

Dalam putusan tersebut, Jonathan dijatuhi hukuman delapan bulan penjara. Masa penahanan itu menjadi latar dari cerita mengenai kepadatan sel, fasilitas kamar mandi, serta makanan yang disampaikannya.

Jonathan Frizzy bebas dari penjara pada 7 Januari 2026 melalui program Cuti Bersyarat. Program itu diberikan oleh Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang setelah ia menjalani masa penahanan dalam perkara tersebut.

Source: hot.detik.com
Berita Terkait