Pasar cokelat premium dunia sedang membesar, dan Indonesia punya posisi yang cukup menarik untuk ikut naik kelas di dalamnya. Grand View Research memproyeksikan nilai pasar premium chocolate global mencapai 40,6 miliar dollar AS pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata 4,3 persen pada periode 2025–2030.
Dorongan utama pertumbuhan itu datang dari konsumen yang semakin mencari cokelat berkualitas tinggi, artisan chocolate, dan cocoa dengan karakter rasa yang lebih otentik. Situasi ini membuka ruang lebih lebar bagi negara penghasil kakao, termasuk Indonesia, untuk tidak berhenti di peran sebagai pemasok bahan mentah.
Modal utama ada pada kakao lokal
Di tengah persaingan yang ketat, kualitas bahan baku lokal menjadi salah satu kekuatan Indonesia. Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, menilai kakao lokal Indonesia dapat bersaing secara global jika didukung inovasi, standar produksi yang konsisten, dan edukasi pasar yang berkelanjutan.
Bagi dia, fondasi untuk membangun cokelat premium yang kompetitif sudah ada di dalam negeri. Karena itu, Indonesia dinilai berpeluang tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai penghasil kakao, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengolahan bernilai tambah.
Schoko dorong produk Indonesia masuk pasar luar negeri
Melalui Schoko, Win&Co Group mencoba membawa produk yang bisa diterima di pasar internasional sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap kualitas cocoa Indonesia. Langkah ini juga menegaskan bahwa cokelat premium tidak selalu harus datang dari luar negeri.
Dalam perkembangannya, Schoko tidak lagi bergerak hanya sebagai merek cokelat konsumen. Produk ini ikut diposisikan sebagai mitra bahan baku dan solusi cokelat bagi pelaku industri makanan dan minuman, bakery, hotel, café, hingga artisan pastry di berbagai negara.
Ekosistemnya tumbuh di luar rak ritel
Perubahan peran itu menunjukkan bahwa pertumbuhan cokelat premium tidak hanya terjadi pada produk yang dijual langsung ke konsumen. Ekosistemnya juga berkembang lewat pasokan industri, pengembangan resep, dan kerja sama produk yang lebih spesifik sesuai kebutuhan pasar.
Di dalam negeri, Schoko telah memasok kebutuhan cokelat untuk sejumlah jaringan bakery ternama dan jaringan café berskala nasional. Perusahaan juga menjalin kolaborasi pengembangan produk melalui pendekatan Research & Development bersama para mitra industri.
Jangkauan pasar Indonesia makin luas
Produk Schoko kini telah menjangkau pasar internasional, termasuk Asia, Australia, dan Amerika Serikat. Pencapaian ini menjadi bagian dari transformasi COCO dalam membangun ekosistem bisnis berbasis cocoa yang mampu bersaing secara global.
Perluasan pasar tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia. Pada saat yang sama, langkah ini membantu mendorong lebih banyak nilai tambah tetap berada di dalam negeri melalui produk jadi dan solusi industri.
Sugianto menyebut Schoko akan terus memperluas inovasi produk, memperkuat penetrasi pasar internasional, dan membangun kolaborasi strategis dengan pelaku industri serta komunitas kreatif kuliner. Arah itu ditujukan untuk memperkuat posisi Schoko sebagai representasi premium chocolate Indonesia di tingkat global.







