Kapal Induk USS Gerald Ford Bermasalah Di Laut, Ribuan Awak Harus Antre Toilet Hampir 10 Bulan

Author: Redaksi Android62

Lebih dari 4.000 awak USS Gerald R. Ford harus menghadapi persoalan yang sangat dasar selama penugasan panjang di laut: antrean untuk menggunakan toilet. Gangguan pada sistem sanitasi kapal induk terbesar milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu muncul saat kapal sudah beroperasi selama 297 hari sejak meninggalkan Naval Station Norfolk, Virginia, pada Juni 2025.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena kapal induk ini sudah hampir 10 bulan tidak kembali ke pangkalan asal. Dengan masa operasi sepanjang itu, rutinitas ribuan personel di atas kapal ikut berubah, termasuk hal-hal sederhana yang biasanya dianggap sepele dalam kehidupan harian.

Misi panjang yang terus memanjang

Penugasan USS Gerald R. Ford tidak berjalan singkat seperti operasi biasa. Kapal ini sudah menerima dua kali perpanjangan misi sejak keberangkatan, sehingga masa operasinya bertambah dari rencana awal.

Dalam konteks modern, durasi seperti itu disebut mendekati pola operasi era Perang Vietnam, ketika kapal induk bisa bertahan di laut lebih dari 300 hari. Fakta ini menunjukkan bahwa misi Gerald R. Ford menjadi salah satu penugasan panjang yang menuntut kesiapan fisik, teknis, dan mental secara bersamaan.

Berpindah dari Karibia hingga Timur Tengah

Selama penugasan, USS Gerald R. Ford tidak terpaku di satu kawasan. Kapal ini berpindah dari Karibia ke Timur Tengah untuk mendukung kepentingan strategis Amerika Serikat di beberapa titik sekaligus.

Di Karibia, kapal induk tersebut ikut dalam operasi terhadap tanker minyak yang dikenai sanksi. Kapal ini juga berada di kawasan itu saat berlangsung operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, sebelum kemudian dialihkan ke Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militer AS.

Di wilayah tersebut, USS Gerald R. Ford mendukung operasi udara intensif terhadap target militer Iran. Pergerakan lintas kawasan ini memperlihatkan besarnya fungsi kapal induk sebagai alat proyeksi kekuatan militer Amerika Serikat.

Tekanan teknis ikut meningkat

Operasi yang berlangsung lama membuat beban pada sistem kapal ikut bertambah. Menurut laporan Business Insider, salah satu gangguan yang menonjol adalah kebakaran di area laundry pada Maret. Insiden itu melukai dua awak dan merusak fasilitas tempat tidur di kapal.

Selain gangguan tersebut, masalah sanitasi juga muncul berulang. Lebih dari 4.000 awak dilaporkan mengalami persoalan pada toilet dan saluran pembuangan sejak awal penugasan berlangsung, sehingga aktivitas harian di atas kapal ikut terganggu.

Kendala itu sampai membuat kapal sempat ditarik ke pelabuhan di Laut Mediterania untuk perbaikan. Meski demikian, USS Gerald R. Ford tetap dinyatakan dalam kondisi operasional.

Antrean toilet jadi simbol beban hidup di kapal

Masalah sanitasi di kapal induk ini memperlihatkan sisi yang jarang terlihat dari operasi militer jarak jauh. Dalam ruang tertutup dengan ribuan orang di dalamnya, gangguan pada toilet bukan sekadar urusan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kebersihan dan ritme kerja harian.

Beban itu ikut dirasakan secara mental karena para awak harus berbulan-bulan jauh dari keluarga. Senator AS Tim Kaine menilai penugasan panjang memberi tekanan serius terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.

“Penugasan panjang ini memberikan tekanan serius terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka,” ujar Kaine, dikutip dari USA Today.

Kelelahan menjadi persoalan yang menumpuk

Komandan gugus tempur kapal induk, Paul Lanzilotta, juga menyoroti beratnya misi seperti ini. Ia menyebut kelelahan sebagai faktor utama dan mengakui bahwa waktu yang lama jauh dari rumah sangat membebani para pelaut.

“Penugasan panjang memang menantang. Kelelahan menumpuk dan waktu jauh dari rumah sangat membebani para pelaut,” ujarnya.

Di tengah misi strategis yang melintasi beberapa kawasan, USS Gerald R. Ford tetap harus menjalankan tugas operasional sambil menghadapi masalah teknis dan tekanan hidup sehari-hari yang dialami ribuan awak di atas kapal.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru