Penyidik masih menaruh perhatian besar pada kerangka manusia yang ditemukan di aliran Sungai Citarum, di perbatasan Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Temuan itu membuka rangkaian pemeriksaan untuk memastikan identitas korban, terutama karena ada sisa pakaian yang masih menempel dan memuat unsur kawat.
Di lokasi, kondisi sungai yang sedang surut memperlihatkan tumpukan sampah yang sebelumnya menutup bagian dasar aliran. Kerangka tersebut kemudian dilihat warga dari atas jembatan penghubung dua kecamatan, sebelum laporan diteruskan ke aparat agar penanganan segera dilakukan.
Proses awal penanganan di lokasi
Petugas Polsek Baleendah langsung menuju titik temuan setelah menerima informasi dari warga. Area sekitar kemudian diamankan agar proses evakuasi tidak terganggu oleh kerumunan orang yang datang melihat kejadian itu.
Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki menyebut pengangkatan kerangka berjalan lancar meski posisinya sempat tertindih sampah. Ia mengatakan, “Untuk evakuasi tadi tidak ada kesulitan, meski sedikit tertindih sampah, tim Basarnas berhasil mengangkatnya,” dikutip dari Antara.
Detail kecil yang jadi petunjuk penting
Setelah dievakuasi, perhatian penyidik tidak hanya tertuju pada tulang belulang, tetapi juga pada barang yang masih melekat pada kerangka. Sisa pakaian dengan unsur kawat menjadi salah satu petunjuk awal yang dinilai penting untuk mendekatkan identitas korban dengan laporan orang hilang.
Unsur kawat itu belum dipastikan berasal dari pakaian, aksesori, atau benda lain yang pernah digunakan korban. Namun, dalam kasus yang sudah berada pada tahap dekomposisi lanjut, detail seperti ini kerap menjadi pembanding awal sebelum hasil forensik menyatakan identitas secara resmi.
Tahapan pemeriksaan yang dilakukan aparat
Untuk memastikan identitas korban, aparat bersama tim forensik menempuh beberapa langkah pemeriksaan. Tahapan ini diperlukan agar hasil identifikasi tidak salah sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
- Mengamankan dan mensterilkan lokasi temuan.
- Mengevakuasi kerangka dari area yang dipenuhi sampah.
- Mengumpulkan barang bukti, termasuk sisa pakaian dan unsur kawat.
- Mencocokkan temuan dengan laporan orang hilang.
- Melakukan pemeriksaan forensik, termasuk DNA bila diperlukan.
Pemeriksaan juga dilakukan oleh tim dokter forensik di rumah sakit, yang akan menelaah kerangka secara menyeluruh. Data itu kemudian dicocokkan dengan laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya sejak 10 April lalu.
Kondisi sungai menyulitkan penelusuran
Sungai Citarum di kawasan Baleendah dikenal membawa banyak sampah dan material hanyut. Situasi itu membuat bagian dasar sungai kerap tertutup, sehingga temuan di lokasi seperti kerangka manusia baru terlihat saat air turun.
Kondisi lingkungan seperti ini juga diduga mempercepat rusaknya jaringan lunak tubuh. Akibatnya, yang tersisa pada banyak kasus hanyalah tulang belulang, sementara pakaian dan benda-benda kecil di sekitarnya menjadi sumber petunjuk yang sangat berharga bagi penyelidikan.
Fokus penyidikan masih pada identitas korban
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan identitas korban secara pasti. Di saat yang sama, penyidik juga menelusuri kemungkinan kaitan antara kerangka tersebut dan laporan orang hilang yang masuk dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah kondisi Sungai Citarum yang penuh sampah dan material hanyut, setiap detail yang masih menempel pada kerangka, termasuk unsur kawat pada pakaian, tetap menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap siapa korban sebenarnya.
