Kedalaman 212 Kilometer Di Bawah Maluku, BMKG Catat Gempa M4,1 di Seram Bagian Timur

Gempa M4,1 guncang Seram Bagian Timur dengan pusat yang tercatat sangat dalam

Guncangan bermagnitudo 4,1 terdeteksi di wilayah Seram Bagian Timur, Maluku, pada Sabtu (18/4/26) dengan kedalaman mencapai 212 kilometer. Data awal BMKG menunjukkan gempa ini berpusat sekitar 260 kilometer barat daya Seram Bagian Timur, sehingga episentrumnya berada cukup jauh dari daratan utama.

BMKG menyampaikan informasi tersebut melalui rilis resmi dan unggahan akun X mereka. Pada catatan awal itu, gempa terjadi pukul 11:37:14 WIB dengan koordinat 5,41 Lintang Selatan dan 130,07 Bujur Timur.

Data awal yang masih dapat berubah

Dalam unggahan resminya, BMKG menuliskan keterangan: “Gempa Mag:4.1, 18-Apr-2026 11:37:14 WIB, Lok:5.41LS, 130.07BT (260 km BaratDaya SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU), Kedlmn:212 Km.” Informasi ini menjadi acuan awal untuk membaca posisi dan karakter gempa yang terekam saat kejadian.

BMKG menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat awal. Lembaga itu menjelaskan hasil pengolahan belum stabil sehingga parameter gempa, seperti magnitudo, lokasi, atau kedalaman, masih dapat berubah mengikuti data yang masuk.

Mengapa kedalaman gempa penting

Kedalaman 212 kilometer menunjukkan pusat gempa berada jauh di bawah permukaan bumi. Kondisi seperti ini sering menjadi perhatian karena kedalaman ikut memengaruhi bagaimana getaran terasa di permukaan.

Meski begitu, BMKG belum merinci adanya kerusakan atau laporan dampak dari wilayah sekitar saat informasi awal disampaikan. Karena itu, pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui apakah guncangan ini berpengaruh terhadap aktivitas warga di Seram Bagian Timur dan daerah sekitarnya.

Pemantauan masih mengandalkan pembaruan resmi

Dalam situasi seperti ini, kanal resmi BMKG menjadi sumber utama untuk mengikuti perkembangan terbaru. Pembaruan dari lembaga tersebut biasanya digunakan untuk memastikan kembali detail kejadian jika ada penyesuaian pada data awal.

Wilayah Maluku memang dikenal berada di kawasan yang aktif secara geologi, sehingga setiap gempa yang tercatat kerap menjadi perhatian publik. Untuk peristiwa kali ini, data yang tersedia baru mencakup magnitudo 4,1, jarak episentrum, koordinat, dan kedalaman 212 kilometer.

BMKG mencatat seluruh informasi itu sebagai data awal agar masyarakat memperoleh gambaran dasar mengenai posisi gempa. Hingga pembaruan terbaru diterbitkan, masyarakat di Seram Bagian Timur dan sekitarnya perlu terus mengikuti informasi resmi agar mendapat data yang paling akurat mengenai perkembangan kejadian ini.

Source: tribratanews.polri.go.id

Berita Terkait