Keir Starmer menyatakan akan mundur dari jabatan perdana menteri Inggris sekaligus pemimpin Partai Buruh. Pengumuman itu langsung memicu pembicaraan tentang siapa yang akan mengambil alih kendali pemerintahan Inggris dalam beberapa bulan mendatang.
Starmer mengatakan ia telah berbicara dengan Raja Charles III pada hari yang sama saat keputusan itu disampaikan. Ia menegaskan tetap akan menjalankan tugas sementara sampai Partai Buruh memilih pengganti secara resmi.
Proses suksesi mulai disiapkan
Starmer meminta jajaran partai membuka proses nominasi pengganti pada 9 Juli. Meski begitu, ia belum menyebut tanggal pasti kapan benar-benar akan meninggalkan kantor perdana menteri.
Ia memperkirakan pemimpin baru Partai Buruh akan mulai bertugas pada September 2026, ketika parlemen kembali dari masa reses musim panas. Peralihan itu menjadi salah satu momen politik paling penting bagi Inggris dalam waktu dekat.
Tekanan internal Partai Buruh menguat
Keputusan Starmer tidak muncul tiba-tiba. Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan terhadap kepemimpinannya meningkat setelah sejumlah anggota Partai Buruh disebut mengirim surat yang meminta ia mundur.
Gelombang desakan itu dipicu hasil buruk Partai Buruh dalam pemilihan lokal pada Mei lalu. Dalam pemilihan tersebut, partai kehilangan lebih dari 1.000 kursi di dewan lokal dan memunculkan tanda kuat ketidakpuasan pemilih terhadap kinerja pemerintah.
Posisi Starmer menjadi lebih lemah, meski sebelumnya ia berhasil membawa Partai Buruh meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum 2024. Kemenangan itu mengakhiri 14 tahun pemerintahan Partai Konservatif dan memberi Partai Buruh mayoritas besar di Dewan Perwakilan Rakyat.
Nama pengganti mulai mencuat
Di tengah transisi yang sedang dipersiapkan, sejumlah nama mulai dibicarakan sebagai calon penerus. Salah satu yang menonjol adalah Andy Burnham, yang baru saja memenangkan pemilihan khusus di Makerfield.
Burnham diperkirakan segera dilantik sebagai anggota parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat. Kondisi itu membuat namanya semakin diperhitungkan dalam bursa calon pemimpin baru Partai Buruh.
Bila proses pergantian berjalan sesuai rencana partai, Inggris berpotensi memiliki perdana menteri ketujuh dalam satu dekade terakhir. Situasi tersebut menunjukkan betapa dinamisnya peta kepemimpinan nasional Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Source: www.beritasatu.com






