Peluang Indonesia di Grup C Piala Uber kembali terjepit setelah Taiwan berbalik unggul 2-1. Beban kini langsung mengarah ke partai-partai berikutnya karena satu hasil negatif lagi bisa membuat langkah menuju perempat final semakin berat.
Situasi itu terjadi usai Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi gagal menyumbang poin pada nomor tunggal putri ketiga. Laga di Lapangan 1 Forum Horsens, Denmark, itu berjalan selama 1 jam 6 menit dan ditutup dengan kekalahan 10-21, 29-30 dari Lin Hsiang Ti.
Pertandingan ketat yang berakhir di momen krusial
Dhinda sempat membuat duel berjalan sengit, terutama pada gim kedua yang memaksa permainan masuk ke deuce panjang. Namun, saat tekanan meningkat di poin-poin penentuan, ia tidak mampu menjaga keunggulan yang sempat didapat.
Lin tampil sabar dan ulet dalam reli-reli panjang. Situasi itu membuat Dhinda kesulitan mempertahankan ritme sampai akhirnya laga ditutup untuk kemenangan Taiwan.
Dhinda mengaku sulit membaca pola lawan
Setelah pertandingan, Dhinda menilai dirinya tidak nyaman meladeni skema permainan Lin sejak awal. Ia merasa lawan sengaja memancingnya agar menyerang lebih cepat, sehingga alur permainan menjadi sulit dikendalikan pada gim pertama.
Memasuki gim kedua, Dhinda mencoba mengikuti arahan pelatih untuk memperlambat tempo. Cara itu sempat membantu, tetapi Lin tetap mampu menjaga ketahanan dan konsistensi dalam reli panjang.
Indonesia sempat memulai dengan baik
Sebelum tekanan datang, Indonesia sebenarnya membuka laga dengan hasil positif. Putri Kusuma Wardani lebih dulu membawa Merah Putih unggul lewat kemenangan atas Chiu Pin-Chian.
Keunggulan awal itu memberi harapan besar bagi Indonesia untuk mengamankan hasil lebih nyaman. Namun, keadaan berubah setelah Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti tidak mampu menambah angka pada partai sebelumnya.
Asa lolos masih ada, tetapi semakin sempit
Kekalahan Dhinda membuat Indonesia harus berjuang lebih keras di sisa laga Grup C. Peluang menuju babak delapan besar belum tertutup, tetapi tim Merah Putih kini bergantung pada hasil pertandingan berikutnya.
Perhatian kemudian tertuju pada pasangan ganda putri Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum. Mereka wajib mengalahkan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun pada partai keempat agar Indonesia tetap menjaga peluang merebut posisi juara grup.
Dengan kondisi seperti ini, laga kontra Taiwan belum berakhir dari sisi kepentingan Indonesia. Hasil partai berikutnya akan sangat menentukan apakah peluang lolos masih terjaga atau justru makin menipis.
