Kelangkaan Chip Memori Tekan Pasar Smartphone, Samsung dan Apple Justru Menguat

Author: Redaksi Android62

Pengiriman smartphone global anjlok 11% dalam tiga bulan terakhir dan menjadi level terendah industri sejak 2013. Di saat pasar massal tertekan, Samsung dan Apple justru masih mampu mencatat pertumbuhan positif.

Samsung kembali merebut posisi puncak dengan pangsa pasar 24% setelah pengirimannya naik 4%. Apple menyusul dengan pangsa 20% berkat permintaan kuat untuk lini iPhone premium, dengan pengiriman naik 3%.

Segmen murah paling terpukul

Tekanan paling berat dirasakan produsen ponsel low-end dan mid-end seperti Xiaomi, Vivo, dan Oppo. Counterpoint Research menyebut lonjakan biaya memori membuat segmen ini paling rentan karena ruang marginnya lebih sempit dibandingkan ponsel premium.

Kenaikan harga komponen itu memicu volatilitas pasar yang tinggi. Dalam laporan tersebut, para produsen peralatan asli atau OEM mencatat penurunan pengiriman hingga dua digit secara tahunan.

Faktor Dampak Segmen Terdampak
Kelangkaan chip memori Harga perangkat naik Semua segmen
Prioritas pasokan ke AI Rantai pasok ponsel tersendat Produsen smartphone
Biaya produksi meningkat Konsumen menunda pembelian Low-end dan mid-end

Situasi ini mendorong banyak konsumen menunda pembelian ponsel baru. Sebagian lainnya memilih perangkat generasi sebelumnya alih-alih langsung melakukan peningkatan perangkat.

Premium masih lebih tahan banting

Kontras dengan pasar massal, segmen premium terbukti lebih kuat menghadapi tekanan biaya komponen. Pembeli di kelas atas cenderung lebih kebal terhadap kenaikan harga dibandingkan konsumen di segmen yang sangat sensitif terhadap biaya memori.

Produsen Pangsa Pasar Perubahan Pengiriman
Samsung 24% Naik 4%
Apple 20% Naik 3%

Apple juga ditopang loyalitas merek dan sistem bundling dengan kontrak operator seluler yang membantu meringankan biaya awal pembelian. Kombinasi itu menjaga permintaan tetap tinggi di tengah tekanan harga komponen.

Efek berantai mulai meluas

Counterpoint memproyeksikan pengiriman smartphone global masih akan turun sekitar 14% hingga akhir tahun ini. Krisis kelangkaan memori global juga diperkirakan belum selesai sebelum 2027.

Untuk bertahan, produsen ponsel murah diperkirakan akan memangkas model dengan margin rendah. Mereka juga semakin memanfaatkan perangkat refurbished dan ponsel generasi lama untuk menarik konsumen yang sensitif harga.

Tekanan serupa mulai terasa di sektor elektronik lain, termasuk laptop dan konsol gim. Istilah “RAMageddon” pun muncul untuk menggambarkan efek berantai dari kelangkaan memori yang kini ikut mengguncang pasar yang lebih luas.

Data IDC menunjukkan pengiriman PC global sudah merosot 4,9% menjadi 68,2 juta unit pada kuartal ketiga. Sementara itu, CEO Apple Tim Cook bulan lalu mengatakan perusahaan mulai membebankan kenaikan biaya komponen kepada pembeli, yang ikut mendorong harga sejumlah model MacBook naik hingga USD 200 atau sekitar Rp 3,6 jutaan.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru