Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU, Dugaan Intimidasi Diusut Polisi

Author: Redaksi Android62

Keluarga mendiang dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha resmi melaporkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara ke Polda Nusa Tenggara Timur. Laporan itu disampaikan pada Jumat pagi sebagai langkah hukum atas dugaan intimidasi yang disebut terjadi saat dokter Icha menangani pasien di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Keluarga menilai tekanan itu meninggalkan dampak psikologis yang berat bagi almarhumah. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian publik karena keluarga mengaitkannya dengan kondisi traumatis yang dialami dokter Icha sebelum meninggal dunia di Kupang pada Jumat pekan lalu.

Tiga anggota DPRD yang dilaporkan

Tiga anggota DPRD TTU yang dilaporkan adalah Veronika Lake dari Fraksi PDI Perjuangan, Norbertus Tubani dari PKB, dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar. Laporan ke kepolisian diajukan terkait dugaan intimidasi terhadap dokter Icha ketika menjalankan tugas medis di ruang IGD.

Nama Fraksi/Partai Keterangan
Veronika Lake PDI Perjuangan Terlapor
Norbertus Tubani PKB Terlapor
Therensius Lazakar Partai Golkar Terlapor

Keluarga datang ke Polda NTT bersama foto almarhumah

Kedatangan keluarga terlihat sekitar pukul 11.30 Wita, dengan membawa foto almarhumah ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu. Mereka dipimpin oleh ayah dokter Icha, Gabriel Pakaenoni, dan ibu Nur Azizah.

Dua adik dokter Icha juga hadir, yakni Tiara Maharani Dwi Pakaenoni dan Eveline Pakaenoni. Tiara disebut baru saja menyandang gelar sarjana kedokteran, sementara keluarga lain ikut mendampingi proses pelaporan.

Harapan keluarga pada proses hukum

Didampingi paman dokter Icha, Viktor Manbait, keluarga berharap kepolisian dapat menelusuri duduk perkara dugaan intimidasi tersebut. Mereka menempatkan laporan ini sebagai upaya mencari kejelasan atas peristiwa yang disebut meninggalkan ketakutan mendalam bagi almarhumah.

Langkah hukum itu juga menjadi simbol duka keluarga, yang datang tidak hanya untuk melapor tetapi juga membawa potret dokter Icha sebagai penanda kehilangan. Bagi keluarga, kasus ini tidak semata menyangkut peristiwa di rumah sakit, tetapi juga menyangkut keselamatan psikologis tenaga kesehatan saat bertugas.

Kasus ini menambah perhatian terhadap hubungan antara pasien, keluarga pasien, dan tenaga medis di ruang pelayanan darurat. Polda NTT kini memegang laporan keluarga dokter Icha untuk menguji dugaan intimidasi yang disebut berujung pada tragedi tersebut.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru