Potongan Ojol Sudah Turun ke 8 Persen, Tapi Driver Belum Melihat Dampaknya

Author: Redaksi Android62

Potongan pendapatan pengemudi ojek online kini resmi turun menjadi maksimal 8 persen sejak 1 Juli 2026. Namun, di lapangan, banyak driver justru merasa penghasilan bersih mereka belum berubah berarti meski aturan baru sudah berjalan.

Sejumlah pengemudi Grab dan Gojek mengatakan nominal yang masuk ke saldo mitra masih terasa mirip dengan pendapatan sebelum kebijakan baru diterapkan. Seorang driver bahkan menyebut tetap memperoleh sekitar Rp250 ribu dari 20 perjalanan pada hari pertama aturan berlaku.

Skema potongan berubah, tetapi hasil bersih belum terasa

Perubahan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 dan mulai diterapkan oleh dua aplikator besar, yakni Grab Indonesia dan Gojek. Meski persentase potongan sudah dipangkas, para pengemudi menilai hasil akhir yang diterima masih belum menunjukkan kenaikan yang jelas.

“Enggak ada bedanya sih sama biasanya,” ujar seorang pengemudi, menggambarkan reaksi yang juga muncul di kalangan driver lain. Keluhan serupa muncul karena yang paling terasa di lapangan bukan angka potongan semata, melainkan pendapatan bersih setelah seluruh komponen dihitung.

Tarif minimal ikut disesuaikan

Selain potongan, tarif minimal perjalanan juga ikut berubah di masing-masing layanan. Pada Grab, tarif minimal yang sebelumnya disebut berada di angka Rp10.400 kini menjadi sekitar Rp10.200.

Di Gojek, tarif minimal dibedakan antara layanan hemat dan reguler. Layanan hemat tercatat Rp10.212, sedangkan layanan reguler Rp10.580.

Namun, penyesuaian tarif dasar itu belum membuat pengemudi melihat lonjakan pendapatan harian. Mereka menilai hasil bersih masih dipengaruhi komponen lain yang masuk ke dalam perhitungan biaya perjalanan.

Layanan Perubahan Tarif/Potongan Keterangan
GrabBike Hemat Potongan 8 persen Skema lama berbasis jumlah perjalanan dihapus
Grab reguler Potongan setelah perjalanan selesai Contoh transaksi menunjukkan hasil bersih lebih kecil dari tarif penumpang
Gojek hemat Rp10.212, potongan 8 persen Ada diskon voucher Rp2.100 yang ditanggung Gojek
Gojek reguler Rp10.580 Masih ada komponen asuransi perjalanan dalam perhitungan

GrabBike Hemat memakai skema baru

Perubahan paling jelas disebut terjadi pada layanan GrabBike Hemat. Sebelumnya, pengemudi dikenakan potongan berdasarkan jumlah perjalanan yang diselesaikan, mulai dari Rp3.500 untuk 1 hingga 3 perjalanan dan bisa mencapai maksimal Rp20 ribu untuk lebih dari 10 perjalanan.

Kini skema itu diganti menjadi potongan langsung 8 persen dari total pendapatan GrabBike Hemat. Seorang pengemudi memberi contoh, ia memperoleh Rp200 ribu dari layanan tersebut dan menerima pendapatan bersih Rp184 ribu setelah dipotong 8 persen.

Pada layanan reguler Grab, potongan dilakukan setelah perjalanan selesai. Dalam salah satu contoh transaksi, tarif yang dibayar penumpang mencapai Rp19.800 dan pengemudi menerima bersih Rp15.500.

Gojek juga memakai perhitungan baru

Di Gojek, potongan 8 persen diterapkan dengan mekanisme yang disesuaikan pada jenis layanan. Untuk layanan hemat, pendapatan mitra disebut sebesar 92 persen atau Rp10.212, dengan potongan aplikasi 8 persen atau Rp818.

Selain itu, ada diskon voucher Rp2.100 yang ditanggung Gojek pada layanan hemat. Pada layanan reguler, pengemudi menyebut masih ada biaya asuransi perjalanan yang nilainya bisa berbeda pada tiap order.

Karena itu, hasil bersih yang diterima driver tidak selalu sama meski jarak dan tarif tampak serupa. Biaya aplikasi juga disebut tidak selalu tetap dan bisa berubah sesuai jarak tempuh perjalanan.

“(Biaya aplikasi) bisa beda-beda, semakin jauh semakin mahal,” kata seorang pengemudi. Kondisi tersebut membuat banyak driver masih mempertanyakan cara hitung potongan 8 persen yang kini berlaku.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru