Kemarau Mengancam Sawah Jateng, TNI-Polri Ikut Kerahkan Air Demi Jaga Produksi Pangan

Author: Redaksi Android62

Ancaman kekeringan membuat Jawa Tengah bergerak lebih cepat untuk menjaga sawah dan lahan pangan tetap aman. Pemerintah provinsi kini menempatkan pemetaan wilayah rawan, sumber air, kebutuhan irigasi, dan infrastruktur pertanian sebagai langkah awal agar produksi tidak mudah terganggu saat kemarau makin terasa.

Dorongan itu datang dari Gubernur Ahmad Luthfi yang meminta pemerintah kabupaten dan kota segera menyiapkan data teknis secara rinci. Informasi tersebut dibutuhkan agar intervensi lapangan bisa dilakukan lebih tepat, terutama di daerah yang paling rentan terdampak turunnya pasokan air.

Pemetaan jadi dasar penanganan

Bagi Jawa Tengah, pemetaan bukan sekadar administrasi, melainkan pijakan untuk menjaga stabilitas produksi pangan. Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, serta forkopimda perlu menjaga capaian produksi bersama agar gangguan saat musim kering bisa ditekan sejak awal.

Kebutuhan itu terasa penting karena Jawa Tengah masih memegang peran besar sebagai lumbung pangan nasional. Tahun lalu, provinsi ini menghasilkan 9,1 juta ton gabah kering, dan 15,6 persen di antaranya menopang kebutuhan nasional.

Dukungan lapangan disiapkan lebih luas

Selain meminta daerah memperbarui peta kerawanan, Luthfi juga mengarahkan TNI untuk ikut menentukan titik intervensi embung dan irigasi. TNI diminta membantu penanganan sumber air, sumurisasi, dan pipanisasi di lokasi yang memang membutuhkan dukungan cepat.

Polri pun dilibatkan untuk membantu distribusi air dengan kendaraan yang dimiliki. Skema kerja bersama ini disiapkan agar kebutuhan air petani tetap terjaga ketika sumber air mulai menurun selama kemarau.

Keselamatan petani ikut diperhatikan

Di tengah fokus pada air dan produksi, aspek keselamatan petani juga mendapat perhatian. Luthfi mengingatkan agar pengendalian hama tikus tidak dilakukan dengan cara berbahaya, terutama menggunakan setrum listrik.

Ia juga menyinggung gangguan kera di kawasan pertanian. Penanganannya diminta tidak dilakukan dengan cara dibunuh, dan pemerintah provinsi akan bersurat kepada menteri kehutanan untuk meminta tambahan kuota tangkap serta pengamanan.

Dengan kemarau yang mulai memberi tekanan di sejumlah daerah, Jawa Tengah memilih bergerak dari hulu ke hilir. Peta kerawanan, dukungan sumber air, sampai pengamanan petani disusun beriringan supaya produksi pertanian tetap stabil tanpa mengabaikan keselamatan di lapangan.

Source: radioidola.com
Berita Terbaru