Meta dan Kemenkomdigi Bentuk Tim Khusus, Spam Judol di Medsos Jadi Target Serius

Author: Redaksi Android62

Pemerintah dan Meta sepakat membentuk tim khusus untuk menekan spam komentar bermuatan promosi judi online di media sosial. Langkah ini diambil karena serangan promosi judol dinilai makin terorganisir, meluas, dan sulit ditangani jika hanya mengandalkan satu platform.

Tim tersebut tidak dibatasi pada kerja sama dengan Meta saja. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyebut tim akan diperluas dengan melibatkan platform digital lain, kepolisian, PPATK, OJK, dan sejumlah lembaga terkait agar penanganannya lebih menyeluruh.

Serangan spam naik tajam dan menyasar banyak platform

Kemenkomdigi mencatat lonjakan spam komentar yang mempromosikan judol hingga 128%. Pola penyebarannya juga berubah karena pelaku bergerak serentak di berbagai media sosial, bukan lagi terpaku pada satu platform.

Data Kemenkomdigi menunjukkan TikTok menjadi platform yang paling banyak terkena spam komentar judol dengan porsi 35%. Di bawahnya ada Facebook sebesar 28%, Instagram 22%, YouTube 10%, dan X 5%.

Platform Porsi Spam Komentar Judol
TikTok 35%
Facebook 28%
Instagram 22%
YouTube 10%
X 5%

Akun berengagement tinggi dipilih sebagai sasaran

Temuan Kemenkomdigi juga memperlihatkan sasaran spam berubah mengikuti akun yang punya jangkauan besar. Sebanyak 52% spam komentar diarahkan ke akun influencer daerah yang memiliki interaksi tinggi dengan audiens.

Selain itu, 31% menyasar akun instansi pemerintah, 12% media massa, dan 5% tokoh publik maupun politisi. Akun resmi pemerintah dan tokoh publik dinilai lebih sulit diblokir, sehingga dimanfaatkan untuk memperbesar peluang promosi terlihat banyak pengguna.

Sasaran Akun Porsi
Influencer daerah 52%
Instansi pemerintah 31%
Media massa 12%
Tokoh publik dan politisi 5%

Bot dipakai untuk mengirim komentar dalam jumlah besar

Kemenkomdigi mengungkap serangan spam itu dijalankan dengan sistem otomatis atau bot. Teknologi ini dapat memantau aktivitas media sosial secara real time, lalu mendeteksi akun yang sedang mengalami lonjakan interaksi.

Setelah itu, bot mengirim ribuan komentar promosi judol secara bersamaan di berbagai platform. Pola otomatisasi ini membuat penyebaran berlangsung cepat, terstruktur, dan sulit diatasi jika hanya mengandalkan moderasi manual.

Koordinasi lintas lembaga sudah berjalan

Sebagai tindak lanjut, Kemenkomdigi sudah berkoordinasi dengan kepolisian, PPATK, OJK, dan BSSN. Temuan resmi dari pemantauan di media sosial akan diserahkan kepada lembaga terkait untuk mendukung proses penegakan hukum.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa tim bersama itu dibentuk untuk mengatensi spam di kolom komentar pada platform digital. Dalam pertemuan dengan perwakilan Meta Asia Tenggara Syarim Aziz dan perwakilan Meta Indonesia Bernie, kedua pihak juga membahas langkah bersama untuk menghadapi pola promosi judol yang makin luas dan terorganisir.

Meutya mengatakan, tim tersebut nantinya akan melibatkan platform lain, kepolisian, PPATK, dan OJK agar penanganan bisa dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah menargetkan penelusuran jaringan serta aliran aktivitas pendukung promosi judol tidak berhenti pada pemutusan konten semata.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru