Ko Hye Jin akhirnya memberi Hwang Dong Man kesempatan debut, tetapi keputusan itu tidak lahir dari pujian semata. Ia justru ingin Dong Man berhadapan langsung dengan kerasnya industri film yang selama ini hanya ia komentari dari kejauhan.
Selama bertahun-tahun, Dong Man memikul beban yang makin berat karena menjadi satu-satunya anggota The Eight Club yang belum debut sebagai sutradara maupun penulis naskah. Di saat rekan-rekannya sudah lebih dulu dikenal, ia terus terseret rasa rendah diri, kegagalan, penolakan, dan iri yang sulit disembunyikan.
Naskah yang mengubah pandangan
Pintu debut Dong Man terbuka setelah naskah buatannya menarik perhatian Ko Hye Jin. Perubahan sikap itu muncul di tengah kekecewaan Ko Hye Jin ketika Ma Jae Yeong pindah ke Choi Film dan membuat minatnya pada proyek baru sempat meredup.
Situasi berubah saat hasil seleksi hibah film diumumkan. Naskah Pembuat Cuaca milik Dong Man berhasil menjadi pemenang kedua, sesuatu yang mengejutkan Ko Hye Jin karena selama ini ia lebih sering melihat Dong Man banyak berbicara daripada menunjukkan hasil kerja yang nyata.
Dari sana, pandangan Ko Hye Jin mulai bergeser. Ia melihat bahwa di balik kesan yang kurang meyakinkan, Dong Man ternyata punya kemampuan menulis dan kesungguhan yang tidak bisa diabaikan.
Debut sebagai tekanan, bukan hadiah
Keputusan memberi debut juga berkaitan dengan kebiasaan Dong Man yang sering mengomentari karya orang lain secara tajam. Ia dikenal vokal dan kerap melontarkan penilaian keras terhadap film teman-temannya, termasuk Park Gyeong Se dan Ma Jae Yeong.
Ko Hye Jin merasa sikap itu sudah melelahkan. Menurutnya, Dong Man terlalu mudah menilai hasil kerja orang lain tanpa pernah benar-benar merasakan posisi sebagai pembuat film.
Karena itu, debut diberikan bukan hanya sebagai bentuk pengakuan. Kesempatan itu juga menjadi cara agar Dong Man merasakan langsung tekanan sebagai sutradara dan penulis naskah.
Membongkar bayangan tentang debut
Ko Hye Jin juga ingin mengubah cara Dong Man memandang debut. Selama ini, Dong Man melihat debut sebagai titik besar yang akan mengubah seluruh hidupnya jika berhasil masuk ke industri film.
Pandangan itu membuatnya terus membandingkan diri dengan teman-temannya yang lebih dulu sukses. Ia merasa hidup mereka jauh lebih baik, padahal Ko Hye Jin tahu industri film tidak sesederhana bayangan Dong Man.
Pengalaman melihat Park Gyeong Se jatuh karena kritik penonton ikut memperkuat pandangan Ko Hye Jin. Dari situ, ia memahami bahwa debut bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tekanan baru yang lebih besar.
Melalui debut Dong Man di We Are All Trying Here, Ko Hye Jin ingin menunjukkan bahwa kesuksesan awal tidak otomatis membawa kebahagiaan. Setelah berhasil debut, seseorang tetap harus menghadapi kegagalan, kritik, dan rasa takut yang terus datang.
Source: www.idntimes.com