Yayasan Astra Honda Motor menyiapkan hadiah total puluhan juta rupiah untuk karya terbaik dalam Safety Riding Short Movie Contest 2026. Ajang ini membuka ruang bagi pelajar SMA atau sederajat, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara lewat video yang dekat dengan kebiasaan digital anak muda.
Kompetisi tersebut bisa diikuti melalui Instagram, TikTok, dan YouTube. Karya yang masuk akan dinilai oleh dewan juri profesional berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas storytelling, orisinalitas ide, kekuatan pesan, serta kualitas visual dan editing.
Format yang akrab bagi Gen Z
Yayasan AHM merancang kompetisi ini dengan dua pilihan karya, yaitu film pendek dan video kreatif media sosial. Peserta dapat membuat film berdurasi maksimal tiga menit atau video singkat hingga 60 detik.
Pilihan format itu dibuat agar pesan keselamatan berkendara terasa lebih mudah diterima dan dibagikan. Di tengah dominasi konten pendek di TikTok, Instagram, dan YouTube, pendekatan ini diharapkan mampu membuat pesan keselamatan lebih melekat di kalangan muda.
Tema yang dekat dengan masa depan
SMC 2026 mengusung tema “Stay Alive for the Next Chapter”. Tema ini menempatkan keselamatan berkendara sebagai bagian dari perjalanan menuju masa depan dan upaya mewujudkan mimpi.
Pendaftaran dibuka mulai 25 Mei hingga akhir Juli 2026. Selama periode itu, peserta didorong mengemas pesan keselamatan dalam cerita yang emosional, kreatif, dan relevan dengan kebiasaan digital Gen Z.
Dorongan agar anak muda ikut bergerak
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin menilai pendekatan kreatif seperti ini lebih dekat dengan kehidupan anak muda. Ia melihat ajang tersebut sebagai salah satu cara untuk melibatkan generasi muda dalam gerakan keselamatan berkendara.
Muhibbuddin juga menekankan bahwa kompetisi ini memberi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan perspektif dan pesan positif mereka. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani berkarya, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari perubahan positif untuk masa depan yang berkelanjutan.
Terbuka untuk peserta dari berbagai latar belakang
Kompetisi ini tidak dibatasi hanya untuk satu kelompok tertentu. Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia bisa ikut ambil bagian.
Cakupan peserta yang luas membuat isu keselamatan berkendara diposisikan sebagai tanggung jawab bersama. Melalui karya singkat yang kuat secara visual, Yayasan AHM ingin pesan keselamatan tidak berhenti sebagai informasi, tetapi juga hadir sebagai cerita yang relevan bagi penonton muda.
Source: voi.id






