Kabar mengenai kondisi Jay Idzes kembali menjadi perhatian karena bek Sassuolo itu belum sepenuhnya lepas dari masalah fisik. Situasi ini muncul di waktu yang kurang ideal, sebab agenda Timnas Indonesia sudah mulai mendekat dan kebutuhan terhadap pemain inti di lini belakang semakin besar.
Pemain berusia 24 tahun itu tidak mampu menuntaskan laga melawan Parma di Stadio Ennio Tardini, Minggu (24/5). Ia hanya tampil sampai menit ke-54 sebelum staf pelatih Sassuolo memutuskan menariknya keluar setelah terlihat mengalami gangguan pada kaki.
Momen tersebut langsung memunculkan kekhawatiran baru, terutama karena Idzes sempat terjatuh lebih dulu sebelum tim medis masuk melakukan pemeriksaan di lapangan. Meski masih bisa berdiri dan berjalan sendiri saat meninggalkan permainan, kondisi itu tetap memberi tanda tanya soal kesiapan fisiknya untuk pertandingan berikutnya.
Gangguan fisik yang datang berulang
Masalah ini terasa lebih mengkhawatirkan karena bukan kali pertama Idzes mengalami persoalan serupa dalam waktu dekat. Awal bulan ini, ia juga sempat mengalami cedera saat Sassuolo menang 2-0 atas AC Milan.
Cedera tersebut membuatnya absen dalam dua laga berikutnya, yakni melawan Torino dan Lecce. Karena itu, laga kontra Parma sejatinya menjadi kesempatan bagi Idzes untuk kembali menguatkan posisinya di tim, tetapi justru berakhir dengan gangguan fisik susulan.
Bagi Sassuolo, kondisi seperti ini jelas bukan situasi yang diinginkan. Bek tengah yang baru kembali bermain lalu mengalami masalah lagi biasanya memerlukan pemantauan ekstra agar tidak memengaruhi kestabilan lini pertahanan.
Dampak yang terasa sampai ke Timnas Indonesia
Perhatian terhadap kondisi Idzes tidak berhenti di level klub. Waktu terjadinya masalah ini berdekatan dengan persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA Matchday bulan depan.
Skuad Garuda dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Oman dan Mozambik. John Herdmann disebut ingin memanggil pemain-pemain terbaik agar tim bisa mempersiapkan diri secara maksimal untuk agenda tersebut.
Dalam situasi itu, kebugaran Idzes menjadi isu penting karena dirinya memegang peran sentral di jantung pertahanan tim nasional. Sebagai kapten Timnas Indonesia, kontribusinya tidak hanya berkaitan dengan kualitas bertahan, tetapi juga dengan kestabilan dan kepemimpinan di lini belakang.
Menunggu perkembangan kondisi sang bek
Sassuolo kini menunggu perkembangan lebih lanjut untuk mengetahui seberapa serius gangguan pada kaki yang dialami Idzes. Pemantauan lanjutan dibutuhkan agar klub bisa menilai apakah ia dapat segera kembali bermain atau justru membutuhkan waktu pemulihan tambahan.
Di sisi lain, Timnas Indonesia juga harus mengikuti perkembangan itu dengan cermat. Dengan jadwal FIFA Matchday yang sudah menanti, kondisi fisik Idzes bisa ikut menentukan komposisi terbaik yang akan dibawa ke laga internasional mendatang.







