Kondisi Telinga Memburuk, IU Batalkan Konser Goyang dan Tunda Album Baru

Author: Redaksi Android62

IU membatalkan konser yang dijadwalkan berlangsung di Goyang, Korea Selatan, pada September 2026. Penyanyi sekaligus aktris bernama lengkap Lee Ji-eun itu juga menunda perilisan album barunya karena gangguan telinga yang memburuk.

Keputusan ini diambil setelah gejala kondisi kronis yang dialaminya kembali mengganggu. IU memilih memberi ruang bagi pemulihan kesehatannya di tengah aktivitas profesional yang selama beberapa tahun terakhir tetap berjalan padat.

Agenda IU Status Alasan
Konser di Goyang Dibatalkan Gejala gangguan telinga memburuk
Album baru Ditunda Pemulihan kesehatan menjadi prioritas

Kabar tersebut disampaikan IU melalui platform penggemarnya, Berriz. Dalam pesannya, ia mengungkapkan bahwa gejala patulous eustachian tube atau PET yang dideritanya semakin berat.

“Gejala kronis tuba Eustachius patulous saya semakin memburuk,” tulis IU. Pernyataan itu dikutip Yonhap News Agency dari unggahan sang penyanyi di Berriz.

IU menilai dirinya kemungkinan terlalu memaksakan diri karena sangat antusias terhadap pekerjaan dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga meminta maaf kepada penggemar yang telah menunggu penampilannya di konser.

Penyanyi tersebut menyampaikan harapan agar masa penantian penggemar tidak berlangsung terlalu lama. IU berkeinginan kembali dengan album serta konser baru setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.

Gangguan pada Saluran Eustachius

IU diketahui mengalami Patulous Eustachian Tube sejak sekitar awal 2020. Kondisi ini termasuk gangguan telinga kronis yang dapat kambuh dan memburuk pada periode tertentu.

Setiap telinga memiliki saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga sinus di belakang hidung. Menurut Stanford Health Care yang dikutip health.detik.com, saluran tersebut biasanya tertutup dan akan terbuka ketika seseorang menelan atau menguap.

Pembukaan saluran eustachius membantu menyeimbangkan tekanan di kedua sisi gendang telinga. Saluran itu juga berperan menyalurkan lendir yang diproduksi lapisan telinga tengah.

Pada kondisi PET, saluran eustachius tidak menutup sebagaimana seharusnya. Keadaan saluran yang terus terbuka dapat membawa aliran napas dan suara dari rongga hidung menuju telinga tengah.

Keluhan yang Dapat Mengganggu Aktivitas

Salah satu gejala yang paling menonjol adalah autofoni, yaitu suara napas dan suara sendiri terdengar sangat keras dari dalam telinga. Penderita dapat merasakan suara tersebut seperti gema dari dalam tubuh atau seolah berbicara ke dalam tong.

Selain suara sendiri, bunyi napas dan mengunyah dapat terdengar lebih jelas. Kondisi ini dapat membuat keluhan telinga terasa mengganggu, terutama saat gejala sedang aktif.

Gejala lain PET dapat meliputi rasa penuh pada telinga, kebiasaan sering mengendus, gangguan pendengaran ringan, dan tinnitus atau telinga berdenging. Keluhan tersebut tidak selalu menetap karena dapat datang dan pergi.

Sejumlah penderita melaporkan gejala dapat memburuk ketika berolahraga. Pada sebagian kasus, kondisi justru dapat terasa lebih ringan pada pagi hari atau setelah berbaring.

Faktor yang Berkaitan dengan PET

Penyebab pasti PET belum diketahui. Namun, kondisi ini dalam sejumlah kasus dikaitkan dengan alergi, penyakit refluks gastroesofageal atau GERD, serta perubahan hormonal akibat terapi hormon maupun kehamilan.

Terapi radiasi dan penurunan berat badan juga disebut dapat berkaitan dengan PET. Dengan kondisi yang sedang memburuk, pembatalan konser dan penundaan album menjadi langkah IU untuk memprioritaskan pemulihan.

Berita Terbaru