Republik Demokratik Kongo membawa modal yang tidak bisa diremehkan saat menantang Kolombia di laga kedua Grup K Piala Dunia 2026. Setelah menahan Portugal 1-1, mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi Sebastien Desabre menegaskan satu poin saja belum cukup untuk menjaga langkah timnya.
“Kita perlu mengingat bahwa kita tidak memenangi pertandingan pertama melawan Portugal. Itu hasil imbang. Kita mendapat satu poin, bukan tiga,” kata Sebastien Desabre dalam konferensi pers.
Pernyataan itu memperlihatkan arah yang diusung Kongo menjelang duel di Estadio Guadalajara, Meksiko, Rabu (24/6/2026) pukul 09.00 WIB. Desabre meminta para pemain tetap bekerja keras karena laga melawan Kolombia bisa menjadi penentu perjalanan mereka di turnamen ini.
Kolombia menyiapkan jawaban untuk pertahanan rapat
Di kubu seberang, Kolombia datang dengan bekal kemenangan 3-1 atas Uzbekistan dan berada dalam situasi yang sama-sama mendesak. Nestor Lorenzo menempatkan analisis taktik Kongo sebagai fokus utama persiapan, terutama karena lawan diperkirakan tampil dengan blok pertahanan berlapis.
“Kami telah mempelajari Kongo. Kami melihat banyak perbedaan dan sistem. Mereka bermain dengan formasi 5-3-2 dengan dua penyerang yang sangat, sangat penting,” kata Nestor Lorenzo, dikutip dari fifa.com.
Lorenzo menilai Kolombia harus sabar mencari celah di antara garis pertahanan lawan. Ia juga menekankan pentingnya kreativitas untuk membuka ruang yang ditutup rapat oleh Kongo.
“Kongo sangat taktis dengan lima pemain di belakang. Kami harus membuka jalan melalui blok pertahanan mereka. Kami harus menemukan ruang di antara garis-garis mereka. Semoga kami menemukan beberapa ruang di belakang lini belakang mereka,” kata Lorenzo, dikutip dari fifa.com.
Waspada serangan balik, tetapi identitas bermain tidak berubah
Selain pertahanan lima bek, Kolombia juga diminta berhati-hati terhadap transisi cepat Kongo. Lorenzo menyebut serangan balik lawan bisa menjadi ancaman serius jika timnya kehilangan fokus dalam penguasaan bola maupun pergerakan lini.
“Anda harus berhati-hati dengan transisi dan serangan balik mereka. Dalam hal starting 11 kami, saya belum memberi tahu keputusan saya kepada para pemain. Kami akan tetap pada gaya kami,” kata Lorenzo, dikutip dari fifa.com.
Ucapan itu menegaskan Kolombia tidak berniat mengubah identitas permainan meski dihadapkan pada lawan yang disiplin. Mereka tetap ingin tampil agresif dan mencari momentum sejak awal pertandingan.
Venue yang membawa kenangan baik bagi Kongo
Estadio Guadalajara bukan tempat asing bagi Kongo. Di stadion yang sama, mereka pernah memastikan tiket putaran final melalui babak playoff interkontinental melawan Jamaika, sehingga venue ini punya makna tersendiri bagi skuad Desabre.
Kenangan itu bisa menambah keyakinan Kongo saat kembali turun di tempat yang sama. Namun, tantangan kali ini jauh lebih berat karena Kolombia datang dengan performa meyakinkan dan kebutuhan besar untuk mempertahankan tren positif.
Pertemuan kedua tim juga memperlihatkan benturan dua pendekatan yang kontras. Kolombia ingin menekan dan mencari ruang, sedangkan Kongo bersiap mengunci area belakang sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.







